Maksimalkan Pembangunan, Pemda Tetap Pakai Jasa TP4D
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 45 detik.
Maksimalkan Pembangunan, Pemda Tetap Pakai Jasa TP4D
MERANTI--Masuk pertengahan tahun anggaran 2019 ini, Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) lakukan pendampingan terhadap 16 kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti.
Semula, Sekda Kabupaten Kepulauan Meranti Yulian Norwis telah mengimbau seluruh OPD yang memiliki kegiatan untuk instens melakukan bekoordinasi kepada TP4D Kepulauan Meranti. Menurutnya, langkah tersebut dinilai perlu dilakukan agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai seperti yang diharapkan.
"Salah satu langkah yang baik ya memang kita minta pendampingan kepada TP4D. Saya juga telah mimta semua OPD agar intens berkordinasi kepada mereka," ujarnya.
Ketua TP4D Kejari Kepulauan Meranti, Zia Ulfa SH. MH, memgungkapkan, jika pendampingan yang dijalankan oleh timnya tahun ini jauh lebih banyak ketimbang pada tahun anggaran 2018 lalu yang hanya mendampingi 6 kegiatan.
Memang, semula ia tidak menyangkal kegiatan yang mereka dampingi pada tahun anggaran 2018 tidak berjalan dengan maksimal. Pasalnya, terdapat beberapa kegaiatan yang progresnya melenceng dari jadwal pengerjaan, bahkan ada yang di-CCO (contract change order) atau perubahan kontrak.
"Iya memang, ada yang beberapa pekerjaan yang diadendum, dan ada juga pekerjaan pembangunan yang dinilai seperti tidak selesai," ujar Zia.
Namun, ia membantah jika penyebab utama terjadinya hal tersebut sepenuhnya kesalahan TP4D. Menurutnya, itu terjadi murni dampak dari kebijakan OPD yang miliki kegiatan tidak memberi ruang kepada mereka saat perencanaan kegiatan berlangsung.
"Kegiatan sudah berjalan baru mereka minta pendampingan ke kita, dampaknya ya itu. Salah satunya Taman LAMR (Ruang Terbuka Hijau) yang menelan anggaran tidak kurang Rp. 4 m lebih, tapi terkesan tidak selesai," ujarnya.
"Sebenarnya selesai sesuai spesifikasi walaupun ada CCO. Yang tadinya ada item pembangunan skate park, air mancur dan beberapa di antaranya dialihkan ke item lain. Seperti pembangunan irigasi dan penimbunan," tambah Zia.
Dii memastikan tidak ada satu pun dari 6 kegiatan tersebut yang menimbulkan kerugian negara. Ia tetap optimis kegiatan yang mereka dampingi pada tahun anggaran 2019 sebanyak 16 kegiatan itu dapat berjalan maksimal. Pasalnya, kegiatan tersebut didampingi oleh mereka sejak berlangsungnya penyusunan anggran, hingga pekerjaan tersebut rampung.
"Kalau yang tahun ini kita dilibatkan sejak anggaran diusulkan. Jadi, kami mudah dalam melaksanakan pendampingan. Kita tetap optimis laksankan kegiatan dapat berjalan maksimal walaupun dengan jumlah anggota kita minim," ungkapnya.(humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan