Meranti Terapkan Konsep Muslim Friendly Tourism
Rabu, 10 April 2019. Waktu baca 2 menit 3 detik.
Meranti Terapkan Konsep Muslim Friendly Tourism
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) akan menerapkan konsep muslim friendly tourism sebagai bentuk dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Riau yang telah berhasil meraih rangking tiga nasional sebagai destinasi pariwisata halal di Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Rizki Hidayat mengatakan, konsep tersebut bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan dasar minimal terhadap wisatawan muslim, sehingga mereka mudah mendapatkan fasilitas dan produk halal. Bahkan, pihaknya akan segera
merumuskan terhadap pelayanan pariwisata halal di Kepulauan Meranti.
Menurut Rizki, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pelayanan wisata halal tersebut. Salah satunya, memastikan setiap menu di hotel bagi tamu sudah terjamin halal dan bebas dari bahan baku non halal.
"Akan kita siapkan regulasinya untuk mengatur tempat makan yang melayani produk halal, sehingga wisatawan tidak ragu dan khawatir mengkonsumsi makanan. Sebab, antara halal dan tidak akan kita bedakan dengan memberi label di tempat makan tersebut," kata Rizki Hidayat.
Untuk fasilitas publik terkait wisata juga akan diupayakan pengelompokan yaitu bagi wisatawan berkeluarga atau dengan muhrim, dan non muhrim sehingga tidak bercampur antar keduanya.
"Disetiap fasilitas nantinya akan kita siapkan tempat wudhu, tempat sholat. Selain itu di tempat keramaian juga akan kita umumkan melalui pengeras suara tanda masuknya waktu sholat," ujar Rizki.
Terkait pelaksanaannya, Rizki mengatakan pihaknya saat ini sedang merumuskan sesuatu dengan memanggil pihak terkait.
"Banyak yang mau kita benah. Kalau untuk diterapkan, saat ini sudah bisa dilaksanakan, tinggal menunggu beberapa hal yang perlu disiapkan. Dan setiap pengusaha hotel dan restoran juga akan kita mintakan pendapat mereka," ujar Rizki.
Selain pelayanan bersifat halal yang akan disuguhkan kepada wisatawan, Pemkab Kepulauan Meranti juga akan menonjolkan wisata halal seperti objek wisata yang bernuansa Islam sebagai ciri khas budaya Melayu yang memberikan pengalaman berwisata syariah bagi para pengunjungnya.
Saat ini, pihaknya sedang memikirkan apa yang mau ditonjolkan. Terlebih, ciri khas kebudayaan Melayu di Meranti yang ada nuansa islaminya.
"Saat ini yang sudah ada dan akan kita kembangkan adalah Mandi Safar di Tasik Nambus, namun itu perlu kita duduk bersama lagi. Budaya Melayu itu identik dengan Islam, sehingga kita optimis pengembangan wisata halal di Riau khususnya Meranti bisa berkembang dengan baik," katanya lagi.
Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra mendukung penuh penerapan wisata halal di Meranti guna mendukung pengembangan wisata halal di Provinsi Riau. Dia menilai bahwa penerapan wisata dengan konsep halal sangatlah bagus. Hal ini berkaitan dengan budaya Melayu yang kental dengan Islam.
"Apapun program pemerintah untuk menerapkan ini, DPRD akan mendukungnya. Konsep seperti ini sangat bagus", ungkap Dedi. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan