Menuai Berkah Lewat Bank Sampah
Jumat, 23 November 2018. Waktu baca 1 menit 52 detik.
Menuai Berkah Lewat Bank Sampah
Selatpanjang - Sejumlah terobosan telah dilakukan Pemkab Kepulauan Meranti guna menjaga kebersihan Kota Selatpanjang.
Tak hanya memaksimalkan kinerja pasukan orange. Dalam mengatasi permasalahan sampah, Pemkab Meranti juga melakukan pendekatan dengan sistem 3R, yakni Reuse, Reduce dan Recycle, lewat peran Bank Sampah.
"Sejak terbentuknya Bank Sampah, kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan secara perlahan mulai terlihat," ujar Lurah Selatpanjang Barat, Media Nova, S.Sos, Jumat (23/11/2018).
Sejak dioperasikan secara maksimal di bulan Juni 2018 lalu, keberadaan Bank Sampah mulai mendapat sambutan positif banyak pihak. Tidak hanya dari masyarakat Kelurahan Selatpanjang Barat, tetapi juga warga dari sejumlah kelurahan dan desa di sekitar Selatpanjang.
Saat ini, setidaknya tercatat sekitar 100 warga telah ikut berperan dalam mendukung berjalannya Program Bank Sampah. Bahkan, sebagiannya merupakan anggota tetap yang telah merasakan nilai tambah dari Program Bank Sampah.
"Meski awalnya bertujuan mengatasi permasalahan sampah, namun di sisi lain juga memberikan tambahan bagi penghasilan warga yang menabung di Bank Sampah," ujar Media.
Sejauh ini, sampah-sampah yang telah terkumpul kembali dijual ke pengepul dengan harga bervariasi, tergantung jenisnya. Untuk kaleng alumunium misalnya, dihargai 12.000 per kilonya, sementara koran bekas dijual 3 ribu rupiah per kilo. Begitu juga dengan botol plastik dihargai 2 ribu rupiah hingga 4 ribu rupiah dalam kondisi bersih.
Ketika disinggung tentang proses daur ulang, Media mengaku bahwa pihak kelurahan masih mengalami kendala karena tidak memiliki mesin pencacah plastik. Namun, kendala itu akan segera teratasi karena
dalam waktu dekat salah satu perusahaan Migas di Kepulauan Meranti berencana memberikan bantuan mesin pencacah.
"Jika bantuan mesin pencacah plastik bisa terealisasi, maka proses daur ulang menjadi biji plastik bisa dilakukan, sehingga nilai jual bisa meningkat hampir 50 persen," terang Media.
Salah seorang warga yang merasakan manfaat dari keberadaan Bank Sampah adalah ibu Rosnaini. Ia mengaku sangat terbantu dengan beroperasinya Bank Sampah.
"Biase sampah kite buang sembarang aje, tapi sekarang macam botol-botol bisa di bersihkan dan di tabung di Bank Sampah," terang Ros dengan logat Melayu yang cukup kental.
Setiap satu minggu sekali ia kerap menabung sampah. Dari rutinitas tersebut, wanita yang bekerja sebagai buruh cuci ini mengaku mendapatkan penghasilan 100 hingga 200 ribu rupiah setiap kali pencairan, tergantung kuantitas sampah yang di tabungnya.
Untuk mempermudah proses pencairan, bagi anggota seperti Rosnaini, pihak pengelola juga telah menggandeng pihak perbankan, dengan membuka rekening bagi setiap anggota guna mempermudah pencairan. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan