Lihat Cara Olah Sagu, Tamu Kabupaten Mappi Provinsi Papua Kunjungi Kepulauan Meranti

Selasa, 7 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 35 detik.
image
Lihat Cara Olah Sagu, Tamu Kabupaten Mappi Provinsi Papua Kunjungi Kepulauan Meranti

MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan daerah penghasil sagu terbaik pada skala nasional bahkan di dunia. Karena itulah, Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu sering disambangi dari berbagai kalangan, baik itu lokal maupun internasional.

Belum lama ini, tamu dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi Provinsi Papua mengunjungi Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Camat Tebingtinggi Timur, Rayan Pribadi mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari kedatangan Wakil Gubernur Papua dan Wakil Bupati Mappi di Desa Sungai Tohor beberapa bulan lalu.

"Ya benar. Kita kedatangan tamu dari pihak Kabupaten Mappi. Kunjungan itu merupakan tindak lanjut  kunjungan Wakil Gubernur Papua dan Wakil Bupati Mappi," terang Rayan.

Sementara itu, Kasi Ketahanan Pangan Kabupaten Mappi Provinsi Papua Aloysius D. Rahayaan, SP, mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan pihaknya merupakan utus oleh Bupati Mappi.

"Dimana di Kabupaten Meranti ini merupakan potensi sagu yang terbesar dan potensi sagu di Papua juga sama, cuma cara pengolahannya saja yang beda," terangnya.

"Pengolahan sagu di Meranti ini sudah maju, makanya kita datang melihatnya secara langsung cara mengolah bahan sagu menjadi sagu basah yang diolah menjadi tepung," tambahnya.

Dikatakannya, bahwa sebelumnya dirinya sudah melihat cara cara pengolahan sagu mentah menjadi tepung di Kota Selatpanjang. "Pada hari ini Kami ke Desa Sungai Tohor untuk melihat cara mengolah dan membuat sagu basah," ucapnya.

Dirinya juga menuturkan kalau cara pengolahan sagu di Kabupaten Meranti ini sangat jauh beda persentasenya, boleh dikatakan 80% berbeda cara mengolahnya dibandingkan di Papua.

Di Kabupaten Kepulauan Meranti sendiri mengolahnya sudah menggunakan alat canggih, sedangkan di Papua khususnya Papua Selatan masih menggunakan alat tradisional, padahal potensi sagunya sama dengan potensi sagu di Meranti ini.

"Kita Sudah melihat secara langsung mulai dari tempat kebunnya, cara menebang dan membawa kekilang sagu dan kita juga turun langsung di kilang-kilang dan menyaksikan cara mengolahnya," ucapnya.

"Dari hasil peninjauan kami ini akan kami sampaikan ke Bupati kami dan selanjutnya apakah masyarakat Papua akan belajar di Meranti atau magang," tambahnya. (humas/010)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti