Lestarikan Permainan Gasing Untuk Pererat Silaturahmi

Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 58 detik.
image
Lestarikan Permainan Gasing Untuk Pererat Silaturahmi

MERANTI - Permainan Gasing tentu tidak asing kita dengar, namun makin jarang jadi pilihan permainan anak-anak zaman sekarang. Tapi jangan salah, ragam permainan tradisional Indonesia ini ternyata masih populer di salah satu daerah di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Melihat kondisi ini tentunya perlu adanya apresiasi salah satunya ikut serta melestarikan permainan tersebut sebagai upaya meminimalisir kepunahan berbagai ragam permainan tradisional di tengah perkembangan zaman seperti sekarang ini. Hal ini dilakukan salah seorang pemuda di Kelurahan Teluk Belitung, Kecamatan Merbau, Zuriyadi Fahmi yang juga ketua Pergam (Persatuan Gasing Merbau).

Dengan rasa keprihatinannya melihat minimnya generasi muda yang memainkan permainan tradisonal ini, dia pun berinisiatif membuat pertandingan gasing yang dinamakan Liga Gabsa (Gasing Bersaudara) ke-II. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Gabsa Kelurahan Teluk Belitung Kecamatan Merbau.

Ketua Pergam, Zuriyadi Fahmi mengatakan selain untuk melestarikan permainan tradisional ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama pecinta Gasing maupun kerinduan penonton yang sangat antusias melihat pangkahan Gasing yang terbuat dari kayu tersebut.

"Semoga pertandingan gasing ini bisa kita laksanakan setiap tahun. Dengan cara itu, maka permainan ini dapat dipertahankan dari kepunahan," kata Fahmi.

Dia juga berharap, permainan Gasing ini bisa dilestarikan agar generasi berikutnya bisa mengetahui permainan tradisional ini.

"Kita tidak ingin Gasing ini ditelan bumi dilupakan dengan zaman yang semakin canggih dan penuh dengan serba instan untuk bermain game sehingga kita lupa dengan permainan yang saya rasa ini ada salah satu permainan yang penuh dengan kesenian dan keseimbangan dalam bermain," ungkapnya.

Kedepannya, dia berharap Kepulauan Meranti bisa menjadi tuan rumah pertandingan Gasing tingkat internasional.

"Semoga Meranti, khususnya Kecamatan Merbau nantinya bisa jadi tuan rumah pertandingan Gasing internasional, karena Pergam sudah mengikuti event tingkat internasional dari dulu," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Kebudayaan, H Natiran
mengakui eksistensi permainan tradisional sudah menjadi perhatian sejak lama. Untuk itu pemerintah berupaya melestarikan permainan yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tersebut.

Salah satunya dengan memulai mewajibkan sekolah untuk mengingatkan permainan tradisional kepada siswanya melalui muatan lokal Budaya Melayu Meranti.

"Permainan tradisional ini bisa saja dikemas dalam pelajaran 2. Selain itu, permainan tradisional juga bisa mengasah otak anak," kata Natiran.

Dikatakannya sekolah diharapkan harus lebih kreatif memberikan pelajaran 2 yang dikolaborasikan dengan permainan tradisional.

Selain itu, lanjutnya, permainan tradisional sangat kuat dengan budaya kebersamaan dan silaturahmi. Mengingat setiap permainan tradisional, selalu melibatkan kelompok kecil. Sementara video game, bisa mengurangi interaksi anak dengan sesamanya. (Humas/002)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti