Lestarikan Joget Sonde Sebagai Aset Daerah
Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 20 detik.
Lestarikan Joget Sonde Sebagai Aset Daerah
MERANTI - Joget Sonde yang berasal dari Desa Sonde Kecamatan Rangsang Pesisir Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, merupakan potensi dibidang seni dan budaya Kepulauan Meranti. OLeh karena itu harus dirawat dan dilestarikan.
Bupati Kepulauan Meranti mengatakan bahwa Joget Sonde merupakan tari asli dari Meranti. Bahkan telah ditetapkan jadi warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Jadi harus kita lestarikan. Sehingga bisa jadi warisan bagi anak cucu kelak,” ujarnya.
Jika tak dilestarikan, tambah Irwan, joget tersebut bisa saja hilang. Agar tetap lestari, harus ada regenerasi.
“Generasi penerus harus diwariskan seluruh gerakan dalam Joget Sonde ini. Sehingga tidak hilang dimakan zaman,” kata dia.
Ia juga sudah meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar tetap menjaga aset daerah tersebut. Sebab Jodet Sonde menjadi aset berharga.
“Kita sudah minta kepada Disdikbud agar segera menginventarisir aset dibidang seni dan budaya. Karena hal itu menjadi warisan terbaik bagi anak cucu kita. Dengan adanya Joget Sonde tersebut, Meranti akan semakin dikenal lagi nantinya,” tambah orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu.
Untuk diketahui, tarian ini berangkat dari pesta rakyat suku asli yang berada di Desa Sonde atau pun Desa Sokop di Kecamatan Rangsang Pesisir. Penari-penari adalah gadis berpakaian bawahan kain atau rok panjang terus baju kebaya lengan panjang ditambah selendang.
Pimpinan Joget Sonde, Miska (60) mengatakan bahwa Joget Sonde ini sudah berumur hampir ratusan tahun sering mengiringi setiap pergelaran budaya suku Akit.
"Kami sering mengikutsertakan tarian ini di berbagai acara karena sudah diakui secara nasional. Kami akan terus mempertahankan budaya ini dengan mengajarkan kepada anak-anak, agar mereka bisa menjaga kelestariannya nanti," kata Miska. (humas/017)
Kategori
Topik
Bagikan