Khawatir Over Fishing, Pemkab Meranti Maksimalkan Budidaya Ikan

Kamis, 8 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 47 detik.
image
Khawatir Over Fishing, Pemkab Meranti Maksimalkan Budidaya Ikan

MERANTI--Aktivitas menangkap ikan secara berlebihan (over fishing) yang dilakukan nelayan, benar-benar menimbulkan kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kepala Dinas Perikanan (Kadiskan) Kepulauan Meranti, Ir Anwar Zainal yang ditemui belum ini mengatakan, pola tangkap yang biasa dilakukan saat ini telah menimbulkan terjadi over fishing. Dalam setahun ikan yang ditangkap hampir mencapai 1.700 ton. Dan hal itu masih berpotensi terus bertambah dimasa mendatang.

"Pola tangkap sudah tidak efektif lagi untuk menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan ikan secara baik. Karena kita khawatir jumlah ikan semakin terbatas," ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan itu pihaknya terus berupaya mendorong dan memaksimalkan  budidaya ikan atau marikultur. Program budidaya ini sudah dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti. Bahkan, sudah pula memperlihatkan hasilnya. Mulai dari budidaya ikan air tawar, payau, hingga air laut.

Anwar menilai, dalam menggenjot produksi sektor perikanan diperlukan cara lain. Apalagi jika hasil tangkapan nelayan ketika melaut mulai berkurang.

Melalui budidaya, dia yakin dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan pendapatan yang kemudian ikut berpengaruh pada menurunnya angka kemiskinan. Strategi itu dilakukan setelah melihat kenyataan yang ada bahwa kantong kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti berada di wilayah pesisir pantai yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

"Salah satu harapannya dengan memaksimalkan budidaya. Makanya saat ini kami sedang berupaya fokus kesana, dengan berangsur memigrasikan nelayan tangkap ke budidaya,” terangnya.

Hal senada juda disampaikan Kepala Bidang Budidaya Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Ishak Usman. Menurut dia, tidak hanya bimbingan dan pengetahuan saja yang diberikan kepada para nelayan tangkap agar beralih menjadi nelayan budidaya. Setiap tahun pihaknya terus menyalurkan bantuan, baik berupa peralatan maupun anggaran dana pada kelompok budidaya.

“Seperti belum lama ini, sebanyak 28 orang nelayan yang tersebar di setiap kecamatan dididik dan diberikan pemahaman untuk pengembangan budidaya ikan dengan polabioflok. Sebuah teknik pembiakan ikan dengan cara menumbuhkan bakteri di dalam air,” terangnya.

Begitu juga terhadap Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang berminat memulai usaha budidaya ikan air tawar atau payau. Termasuk menyediakan bibit melalui Balai Benih Ikan
(BBI) di Desa Gogok Darussalam, Kecamatan Tebingtinggi yang dipastikan segera beroperasi pada tahun 2020 akan datang.

"Kita mesti optimis semua pelaku budidaya dapat berkembang dengan pola tersebut. Sehingga dapat meningkatan ekonomi rakyat yang berkelanjutan", ucap Ishak.(Humas/018)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti