Kementrian Fasilitasi Mitra Usaha

Jumat, 15 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 24 detik.
image
Kementrian Fasilitasi Mitra Usaha

MERANTI - Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI menggelar Sosialisasi Kemitraan Strategis Rantai Nilai/Pasok Komoditas Sagu antara KUKM dengan usaha Besar di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau bertempat di balroom di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Kamis (14/3/2019).

 

Hadir dalam kegiatan ini puluhan peserta dari pengusaha mikro, kecil, menengah, dan besar yang ada di Kepulauan Meranti. Hadir pula Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti Said Asmaruddin, Kepala Disperindagkop UMKM Kepulauan Meranti Azza Fahroni, Perwakilan PT NSP dan PT Timah.

 

Sekretaris Deputi bidang Restrukturisasi Usaha Asdep Pengembangan dan Penguatan Usaha Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Wardoyo mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan karena melihat sagu sebagai potensi yang bernilai ekonomi bagi masyarakat pengusaha mikro dan kecil untuk dikembangkan.

 

"Diversifikasi berbagai produk pertanian atau sagu ini lebih terbuka ke pasar yang lebih luas tidak hanya di pasar domestik tapi juga pasar luar negeri," ujarnya.

 

Dirinya menilai kurangnya strategi pemasaran Sagu sebagai Pati serbaguna dan pengembangan segmentasi pasar tertentu yang dikembangkan oleh usaha mikro dan Kecil menjadi tantangan dalam pengembangan agro industri sagu. Pola kemitraan ini dilakukan sebagai salah satu pilihan yang perlu dikembangkan agar UMKM produsen sagu memperoleh mitra usaha yang dapat menolong dan bekerjasama untuk meningkatkan usahanya mulai dari produksi, pemasaran dan sampai di tangan konsumen.

 

"Oleh sebab itu UMK yang ada di Kepulauan Meranti yang memiliki produk unggulan Sagu perlu kita dorong supaya bisa bermitra dengan usaha besar maupun usaha menengah," sebutnya.

 

Pengusaha dengan jumlah produksi sagu mencapai 90 ton  di Kepulauan Meranti banyak mengirimnya ke Cirebon dan Malaysia sebagai bahan baku industri mi soun, sedangkan sagu basah diekspor ke kilang sagu yang ada di Batu Pahat, Malaysia. Walaupun demikian masyarakat hanya bisa mendapatkan keuntungan yang kecil karena panjangnya rantai pedagang.

 

Dirinya mengatakan melalui sosialisasi ini, pengusaha mikro dan kecil dapat bekerjasama dengan pengusaha menengah dan besar untuk menghasilkan keuntungan secara bersama dan meningkatkan ekonomi secara bersama. "Kami berharap dengan adanya kegiatan ini UMK memperoleh kapasitas pasar, kepastian harga dan termotivasi meningkatkan produktifitas dan kulatos produknya sehingga meningkatkan daya saing UMK itu sendiri." Pungkasnya.

 

Bupati Kepulauan Meranti yang diwakili Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti Said Asmaruddin dalam sambutan pembukanya menyampaikan mengapresiasi kegiatan ini. "Atas nama Pemkab Meranti mengucapkan terimakasih atas perhatian dan bantuan Koperasi yang telah membantu bermacam bentuk program." Ujarnya.

 

Dirinya mengatakan saat ini ada 95 kilang sagu yang terbagi di 9 kecamatan di Kepulauan Meranti. "Baik yang berbentuk badan hukum koperasi maupun perseroan UMKM, ungkapnya.

 

Pemkab mencatat 10.148 pelaku UMKM Di Kepulauan Meranti dimana 199 diantaranya bergelut dalam produk turunan sagu. "Sehingga diharapkan hasil sagu lebih berkembang dengan pengembangan sentral industri sagu yang akan membantu perekonomian masyarakat," ujarnya.

 

Para peserta diharapkan dapat memanfaatlan program ini sebaik-baiknya dan mengembangkan usaha yang dimilik oleh masyarakat. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah berjumlah 50 orang yang berasal dari perwakilan masyarakat pengusaha Mikro Kecil, menengah dan Besar yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti. (humas/019)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti