Kebutuhan Nelayan Kembali Dipenuhi
Kamis, 16 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Kebutuhan Nelayan Kembali Dipenuhi
MERANTI-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, tetap komit meningkatkan mutu dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Karena tingginya kebutuhan sarana dan prasarana bagi nelayan, permohonan bantuan yang diajukan kembali mendapat respon positif oleh pemerintah pusat.
Kabid Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Randolf menegaskan bahwa tahun ini, pihaknya kembali akan menyalurkan bantuan kepada nelayan. Keseluruhan kucuran anggaran akan digulirkan kepada 19 kelompok nelayan yang tersebar di daerah ini. Bentuk bantuan berupa kapal nelayan dengan tonase kotor 3 GT.
"Nantinya, bantuan kapal untuk 19 kelompok nelayan yang tersebar di Kepulauan Meranti memiliki kapasitas tonase 3 GT. Kami tetap selektif dalam penyalurannya. Yang sudah dapat ya, tidak akan dapat lagi," tegas Randolf.
Menurutnya, bantuan disalurkan secara rutin oleh pihaknya. Seperti 2018 lalu, telah digulirkan bantuan kapal tangkap kepada lima kelompok nelayan.
Adapun lima kelompok nelayan tersebut diantaranya, Kelompok Nelayan Sinar Bahari Desa Tanjung Gemuk Kecamatan Rangsang, Kelompok Nelayan Laut Desa Bantar Kecamatan Rangsang Barat. Bantuan juga diberikan kepada Kelompok Nelayan Setia Maju Desa Sialang Pasung yang juga Kecamatan Rangsang Barat, Kelompok Nelayan Meranti Desa Alai Kecamatan Tebinggi Barat. Dan, Kelompok Nelayan Maju Bersama Desa Tanjung Kedabu Kecamatan Rangsang Pesisir.
"Setiap unit kapal memiliki bobot angkut tidak kurang dari 2 gross ton (GT) dengan kapasitas mesin dorong sebesar 12 PK. Bantuan diserahkan kepada 5 kelompok nelayan tempatan. Setiap kelompok mendapatkan satu unit", tambah Randolp.
Pada kesempatan lain, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi menerangkan, bantuan tersebut bertujuan sebagai stimulus atau rangsangan bagi masyarakat nelayan dalam upaya meningkatkan ekonomi mereka. Sehingga Nelayan di Meranti bisa sejahtera.
"Untuk itu para penerima diminta agar dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya," katanya.
Meski telah menggelontorkan anggaran yang cukup besar terhadap upaya tersebut, ia mengaku masih prihatin terhadap nasib nelayan Meranti yang masih jauh dari kata sejahtera. Untuk itu, bupati menilai perlunya program bersama untuk mewujudkan hal tersebut. Terlebih lagi, saat ini potensi perikanan laut Meranti semakin berkurang, sementara jumlah nelayan semakin banyak.
"Memang, jika para nelayan masih berkutat menangkap ikan saja, maka kesejahteraan nelayan sulit diwujudkan. Untuk itu, kita himbau adanya pengalihan pola. Jika saat ini mayoritas nelayan menjadi nelayan tangkap, kedepan dapat beralih menjadi nelayan budidaya atau pengolah hasil perikanan, "ujarnya.(hms003)
Kategori
Topik
Bagikan