Puluhan Hektar Sawah Tergenang Air Asin
Kamis, 4 April 2019. Waktu baca 1 menit 28 detik.
Puluhan Hektar Sawah Tergenang Air Asin
MERANTI - Puluhan hektar lahan persawahan di Desa Mayang Sari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, kerap terendam banjir rob. Kondisi itu membuat petani mengeluh dan berharap solusi dari pemerintah daerah.
Persoalan itulah yang dikeluhkan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Mayang Sari, Yusuf, baru-baru ini. Dia mengaku, dampak dari genangan air asin tersebut, padi yang ditanam oleh petani menjadi mati dan tidak bisa panen. Kondisi itu bahkan menjadi kendala terbesar bagi mereka.
"Desa kami sebenarnya punya potensi lahan persawahan yang menjanjikan. Sayangnya, sebagian besar terendam air asin. Sehingga kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa melihat padi-padi yang kami tanam jadi mati akibat air asin. Kami sangat butuh peran dan solusi dari Pemda untuk mengatasinya," keluh Yusuf.
Menurut dia, warga juga sudah kewalahan untuk mengatasi kendala itu. Apalagi penanganannya membutuhkan dana yang lumayan besar. Sedangkan kondisi perekonomian masyarakat petani di sana tergolong cukup lemah.
Sekretaris Desa (Sekdes) Mayang Sari, Ibrahim, membenarkan adanya kondisi tersebut. Menurut dia bersama masyarakat petani mengusulkan pembangunan tanggul pintu klip. Sebab, sampai saat ini tidak satupun pintu klip penahan air pasang laut dibangun di sana.
"Kita berharap ada solusi penanganan segera dari Pemda dinas terkait. Selayaknya, memang harus dibangun tanggul pintu klip untuk menahan rembesan air asin. Jika tidak, maka masyarakat kami tidak bisa bertani," ucap Ibrahim.
Anggota DPRD Kepulauan Meranti, Pauzi SE, merasa prihatin dengan kondisi yang dialami oleh masyarakat petani di Desa Mayang Sari tersebut. Legislator kelahiran Pulau Padang itu berjanji akan menyampaikan aspirasi para petani ke dinas terkait agar bisa segera teratasi. Sehingga, para petani di desa Mayang Sari bisa kembali menggarap lahan sawah mereka.
"Kondisi semacam ini perlu segera diatasi. Sebab sudah menjadi salah satu ancaman berat bagi petani kita. Saya akan bantu menyampaikan ke Pemda Meranti untuk penanganannya secara maksimal," tutur Pauzi.(Humas/015)
Kategori
Topik
Bagikan