Kasus Gizi Buruk Terus Menurun
Kamis, 14 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 29 detik.
Kasus Gizi Buruk Terus Menurun
MERANTI - Menurut data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti, kasus penderita gizi buruk di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, terus menurun dari tahun ke tahun. Tahun 2017 lalu, gizi buruk sebanyak 8 kasus dan tahun 2018 turun menjadi 5 kasus.
Menurut pengakuan Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Diskes Kepulauan Meranti, Atik Atika SKM, sepanjang tahun 2018 ada 5 kasus. Angka ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, tahun 2017, yaitu dengan 8 kasus.
Hasil evaluasi, tambah Atik, penderita gizi buruk itu tidak murni karena kekuranga gizi. Rata-rata penderita yang mereka tangani masih Balita (bawah lima tahun). Gizi buruk itu disebabkan Balita bersangkutan menderita beberapa penyakit seperti TBC, Kelainan Jantung, dan penyakit lainnya.
"Penderita gizi buruk tiap tahun menurun. 2017 ada 8 kasus dan tahun 2018 ada 5 kasus. Tapi semuanya sudah ditangani. Sudah dikasih susu dan dalam masa pemulihan," katanya.
Kata Atik lagi, dari kasus gizi buruk yang mereka tangani, penderita tersebar pada beberapa Kecamatan di Kepulauan Meranti.
Untuk antisipasi, sebenarnya sudah ada programnya setiap tahun. Yaitu pemeriksaan pada ibu hamil yang dilakukan di tiap Posyandu, Poskesdes, Pustu dan Puskesmas.
Namun, jika ada laporan Balita menderita gizi buruk, mereka akan langsung turun dan melakukan penanganan. "Penyuluhan terkait gizi buruk telah diberikan pada ibu hamil di tiap Puskesmas," kata Atik Atika.
Menanggapi ini, Ketua Komisi III Basiran MM meminta Diskes Meranti untuk lebih memaksimalkan memberi pemahaman kepada orang tua akan bahanya gizi buruk. Penyuluhan itu tak hanya pada ibu hamil tetapi juga bagi ibu-ibu yang memiliki Balita. Terutama di titik-titik yang agak jauh dari pusat pelayanan terpadu atau pusat kesehatan masyarakat.
"Bukan angka yang turun itu (dari 8 menjadi 5 kasus), namun yang jadi perhatian semua pihak adalah tiap tahun ada kasus gizi buruk di Meranti. Ini yang perlu diperhatikan agar tak ada lagi kasus-kasus serupa di tahun berikutnya," ujar Basiran. (humas/001)
Kategori
Topik
Bagikan