Kabupaten Kepulauan Meranti Laksanakan Rembuk Stunting
Jumat, 28 Februari 2020. Waktu baca 2 menit 5 detik.
Kabupaten Kepulauan Meranti Laksanakan Rembuk Stunting
SELATPANJANG- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyelenggarakan rapat Rembuk Stunting, yang merupakan Aksi 3 (tiga) dari 8 (delapan) Aksi Konvergensi pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting terintegrasi di Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Acara Rapat Rembuk Stunting dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Said Hasyim, bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (28/2). Acara Rapat dihadiri oleh Anggota DPRD, pimpianan instansi vertikal, Ketua PKK Kabupaten, para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Camat, Kepala Puskesmas, praktisi (IDI dan IBI), Kepala Desa, dunia usaha dan swasta, TA P3MD Kabupaten Kepulauan Meranti, Pendamping Pamsimas, perwakilan Kader Pembangunan Manusia dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim menyampaikan bahwa acara rapat Rembuk Stunting tersebut merupakan salah satu aksi yang harus diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, sebagai langkah untuk mencegah dan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti.
“Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang harus kita laksanakan untuk menyatukan dan mengkonvergensikan gerak, langkah dan komitmen bersama dalam upaya pencegahan dan penurunan Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti” ungkap Said Hasyim.
Lebih lanjut Said Hasyim menyebutkan, Prevalensi Stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti, sesuai data per Februari 2020 tercatat sebanyak 12% dari total Balita yang dilakukan penimbangan dan pengukuran. Angka tersebut masih di bawah standar nasional yakni 20%. Namun demikian, Kepulauan Meranti tetap memiliki komitmen yang tinggi untuk menuntaskan Stunting ini.
“Saya mengajak semua pihak untuk terlibat langsung dan bersama-sama menuntaskan Stunting di Kepulauan Meranti. Mari kita bersama-sama melakukan konfirmasi, sinkronisasi dan sinergitas program dan kegiatan baik yang sedang berjalan untuk menurunkan angka Stunting di Kepulauan Meranti”, kata Said Hasyim.
Stunting (kerdil) adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penanganan stunting tidak hanya tugas bidang Kesehatan, tetapi juga menjadi tugas kita semua, baik dari sisi penyediaan pangan yang bergizi, kualitas sanitasi, lingkungan bersih, dan beberapa hal lain yang menunjang atau mendukung intervensi pencegahan dan penurunan Stunting. Dalam rapat tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Rembuk Stunting dan Penandatanganan Komitmen Daerah untuk pencegahan dan penurunan Stunting, yang tertuang dalam bentuk spanduk atau banner.(…)
Kategori
Topik
Bagikan