Jaga Tasik Nambus Dengan Tidak Membabat Hutan

Kamis, 11 April 2019. Waktu baca 1 menit 31 detik.
image
Jaga Tasik Nambus Dengan Tidak Membabat Hutan

MERANTI - Untuk memastikan tidak adanya pembabatan hutan lindung di Tasik Nambus, Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau melakukan peninjauan langsung ke lapangan, Rabu (10/4/2019) siang.

 

Peninjauan itu dipimpin Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, Tengku Arifin dan jajarannya. Berama Kelok Sadar Wisata (Pokdarwis) Laskar Merah Putih yang bertugas mengembangkan pariwisata Tasik Nambus, mereka melihat dari dekat bagaimana keberadaan tasik.

 

Dalam peninjauannya, Tengku Arifin menyebutkan bahwa tidak ada pembabatan hutan lindung di area Tasik Nambus yang berada diwilayah Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat tersebut.

 

"Tidak ada pembabatan hutan di Tasik Nambus. Yang terlihat hanya pembersihan lahan untuk pembangunan Mushalla dan Balai Pertemuan sebagai fasilitas pariwisata yang rencananya akan dibangun tahun depan (2020)," ujarnya.

 

Selain itu, kata Tengku Arifin, pembersihan lahan yang dilakukan itu tidak menebang pohon-pohon yang dilindungi. Melainkan hanya membersihkan semak-semak dan membuang batang bengkoang atau pandan berduri dilokasi seluas 36 M2 itu.

 

"Yang dibersihkan itu cuma batang bengkoang disekitar lokasi yang akan dibangun Mushalla dan Balai Pertemuan. Kalau tidak dibersihkan bagaimana mau dibangun," jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Laskar Merah Putih, Tengku Fadli Fakhrudin menyebutkan bahwa tidak mungkin pihaknya melakukan pembabatan pohon kayu di hutan lindung itu sembarangan.

 

"Yang ada itu kami menjaga dan merawatnya. Selain itu setiap akan bertindak kami selalu berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) agar tidak dipidana," ujarnya.

 

Kemudian, tambah laki-laki yang akrab disapa Yayan itu, dengan adanya peninjauan langsung pihak Disparpora ke lokasi, maka bisa memastikan langsung kondisi dilapangan.

 

"Setelah melihat langsung ke lapangan, tentu bisa melihat situasi dan kondisi secara rill. Karena memang benar kami tidak melakukan pembabatan hutan lindung  disini, malahan kami yang merawatnya," ungkapnya.

 

Sebagaimana diketahui, peninjauan itu juga dilakukan untuk memastikan berbagai isu dan tuduhan bahwa Pokdarwis Laskar Merah Putih melakukan penebangan kayu hutan. Bukan mengembangkan destinasi wisata disana. (humas/004)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti