Ini Bantuan BPBD Meranti untuk Warga Sepanjang Tahun 2018
Kamis, 10 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 22 detik.
Ini Bantuan BPBD Meranti untuk Warga Sepanjang Tahun 2018
MERANTI - Sepanjang tahun 2018, sebanyak 22 unit rumah terbakar dan 2 rusak dihantam puting beliung. Semua korban, telah mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau.
"Sesuai data yang kita rilis, 22 rumah terbakar dan 2 rusak karena puting beliung," kata Kalaksa BPBD Meranti, M Edy Afrizal.
Disampaikannya lagi, kepada warga yang menjadi korban (kebakaran rumah dan puting beliung) telah pula dibantu. Bantuan dari BNPB melalui BPBD Riau itu disalurkan langsung, guna meringankan kebutuhan korban untuk sementara waktu.
Sepanjang tahun 2018, BPBD Meranti menyalurkan 53 beras, 11 karton mie instan, 43 karton minyak goreng, 15 paket sekolah, 3 paket peralatan dapur, 8 paket kesehatan keluarga, 23 paket sandang, dan 9 paket kidsware.
Ketika disinggung terkait penganggaran di kabupaten, kata Edy, bukan di instansi yang ia pimpin. Anggaran untuk korban bencana ada di Dinas Sosial.
"Tahun ini kita anggarkan untuk pembelian 15 unit mesin mini track, 2 unit mobil Damkar standard Manggala Agni, dan sepeda motor trail. Kalau logistik kita masih mengharapkan dari provinsi dan BNPB," ujar Edy.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kepulauan Meranti, Muhammadiyah mengatakan, selama ini memang ada bantuan dari Pemkab Meranti untuk korban bencana berupa sembako dan bahan bangunan. Namun, setelah dievaluasi, khusus bahan bangunan, tahun ini tak lagi diadakan. Sebab, tak juga menunjang selesainya bangunan (rumah) milik warga korban bencana.
"Kalau bantuan sosial seperti sembako, tikar, selimut, paket buku anak sekolah dan lain-lain, masih ada," kata Muhammadiyah.
Untuk penyaluran bantuan ke korban bencana, Disos Meranti menunggu surat keterangan dari desa setempat. Terkadang, Disos meminta Kades secepatnya mengirim surat yang menyatakan ada bencana (terbakar dan puting beliung) agar bantuan cepat dikucurkan.
"Misal kita sudah tau ada kejadian, namun belum ada laporan dari desa, ya kita hubungi Kadesnya," tambah Muhammadiyah (Humas/001)
Kategori
Topik
Bagikan