Hanya di Meranti PPL Pertanian Diakomodir
Senin, 7 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 28 detik.
Hanya di Meranti PPL Pertanian Diakomodir
MERANTI - Dalam memaksimalkan pelaksanaan program pertanian dan pembinaan kepada kelompok tani dan masyarakat peran Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sangat dibutuhkan. Sehingga bidang pertanian bisa bangkit dalam membantu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Hal itu juga yang mendasari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mulai Tahun 2013 lalu menerima PPL Pertanian. Penerimaan PPL tersebut sejalan dengan banyaknya program pertanian yang masuk dari Pemerintah Pusat ke Meranti.
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM, mengungkapkan Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang mengalokasikan anggaran untuk menggaji PPL.
"Di seluruh Indonesia hanya kita yang mengalokasikan anggaran untuk penyuluh pertanian. Langkah itu sebagai upaya memperkuat pondasi pelaku pertanian di Meranti,"
Hingga saat ini, pria yang kerap disapa Icut mengatakan upaya memperjuangkan nasib PPL. Karena seluruh PPL Pertanian di Meranti masih berstatus THL (Tenaga Harian Lepas).
“SK (Surat Keputusan) seluruh PPL ditandatangani oleh Bupati. Sementara didaerah lain, pengangkatannya oleh Kementrian,” tambahnya.
Kepala Bidang Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan, Ketahanan dan Tanaman Pangan Kabupaten Meranti, Husni Mubarak, Ahad (6/1/19) siang mengatakan sejak 2013, dalam memenuhi kebutuhan total penyuluh yang sudah direkrut sebanyak 96 orang PPL berstatus THL dan sebanyak 4 Orang PPL pertanian berstatus PNS.
, alokasi anggaran yang dikucurkan oleh Pemda Meranti tidak kurang dari 1,5 milliar pertahun.
"Total anggaran untuk PPL sebesar Rp 1,5 miliyar. Itu sudah termasuk dengan biaya 7. Sebab mereka ditugaskan diseluruh Desa di Meranti," ungkapnya.
Disebutkan Husni jumlah PPL Pertnaian sangat cukup dalam melakukan pendampingan kepada seluruh pelaku pertanian pada 101 Desa, dan Keluran. Serta ditambah dua Desa yang masih berstatus persiapan.
"Cukup dan tidak kurang. Kalaupun ada beberapa orang yang kerjanya dinilai kurang maksimal. Dan itu menurut saya hal yang biasa, selagi mereka komitmen. Terhadap beberapa orang PPL ini bahkan kami panggil king of the teking," ujarnya. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan