Gaet Investasi Dengan Wisata Kreatif
Senin, 6 Mei 2019. Waktu baca 6 menit 43 detik.
Gaet Investasi Dengan Wisata Kreatif
MERANTI--Impian untuk menjadikan Kepulauan Meranti sebagai salah satu tujuan investor tidak akan mungkin bisa dikabulkan dalam waktu sekejap. Pasalnya, keterbatasan infrastruktur dan sumber daya alam yang tidak memadai masih tetap menjadi penghambat.
Karenanya, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir berkeinginan agar investasi di bidang pariwisata kreatif segera dikembangkan. Strategi ini dianggap perlu, mengingat event Perang Air di Kota Selatpanjang sudah mendunia dan selalu mendatangkan wisatawan dari sejumlah negara.
Dia yakin, investasi secara otomatis akan meningkat dengan sendirinya di daerah dengan perkembangan pariwisata yang juga menjanjikan. Selain itu, investasi di sektor pariwisata juga semakin diminati investor asing maupun domestik.
"Investasi kreatif ini yang kita harapkan. Dengan berkembangnya pariwisata, maka fasilitas seperti hotel akan membuka lapangan pekerjaan lebih banyak dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan akan meningkat. Karena, tujuan investasi yang menjanjikan itu adalah membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya," ujar Irwan.
Menurut dia, tujuan membangun dunia pariwisata tentunya untuk menarik wisatawan datang. Seperti Perang Air --hanya dari kebiasaan masyarakat Kota Selatpanjang tempo dulu-- kemudian dikemas sedemikian rupa sehingga disukai banyak orang.
"Perang Air ini sudah menjadi pembicaraan di Tiongkok. Banyak dari mereka yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Perang Air," ujar Irwan.
Saat ini, tren dunia pariwisata sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi kebanyakan negara yang selama ini bergantung pada sektor Migas. Bahkan, salah satu faktor yang membuat pertumbuhan investasi di Indonesia semakin bergeliat saat ini adalah berkembangnya sektor pariwisata.
"Saat ini pemerintah kita fokus dalam pengembangan pariwisata, jadi tidak fokus terhadap sumber daya alam saja. Di Kepulauan Meranti banyak hal yang bisa dikembangkan, apalagi daerah ini terletak di jalur perdagangan internasional," kata Irwan.
Pernyataan orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu bukan tanpa alasan. Saat ini terdapat beragam jenis wisata kreatif yang sangat terkenal dari Meranti. Selain Perang Air di Selatpanjang di Kecamatan Tebingtinggi, wisata kreatif itu juga muncul di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat. Beragam kegiatan dan aktifitas masyarakat muncul dan sangat terkenal, seperti Bokor Forklor, lari di atas tual sagu, menyusuri sungai dan kegiatan lain yang terangkum dalam Festival Sungai Bokor.
Desa Bokor berada di Pulau Rangsang. Desa ini dibelah oleh sungai yang di beri nama Sungai Bokor. Keindahan Sungai Bokor cukup mempesona dan selalu menjadi perbincangan banyak kalangan di Provinsi Riau. Sebuah objek wisata tersembunyi berupa sungai eksotik membentang dan membelah hutan mangrove yang masih alami di kawasan tersebut.
Wisata Sungai Bokor semakin populer di Kepulauan Meranti, apatah lagi setelah Festival Sungai Bokor digelar setiap tahunnya. Bukan hanya pengunjung dari dalam negeri saja yang datang. Banyak pengunjung dari negera tetangga seperti Malaysia dan Singapura hadir di sana.
Wisata Sungai Bokor ini telah masuk dalam Peta Wisata Kabupaten Kepulauan Meranti (Tourism Map of Meranti, Riau, Indonesia). Hal inilah membuat wisata di Meranti lebih menggeliat. Untuk menarik wisatawan berkunjung ke Desa Wisata Bokor, Festival Sungai Bokor selalu digelar setiap tahunnya. Beragam acara dilakukan, mulai dari sajian beraga buah-buahan, aneka hiburan rakyat, aneka pentas musik dan seni serta berbagai jenis perlombaan yang dipusatkan di kawasan Sungai Bokor. Seperti halnya lomba lari di atas tual sagu. Event ini bahkan telah mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri).
Untuk memperkenalkan Bokor, Sanggar Bantin Galang sebagai pengelola kegiatan juga menciptakan lagu berjudul Desa Bokor. Nyanyian tersebut diharapkan dapat mengingat orang akan Desa Bokor dengan wisata kreatifnya. Keunikan dari kegiatan inilah membuat banyaknya pengunjung yang hadir ke festival tersebut. Termasuk warga negara tetangga, cukup ramai yang datang.
Sungai Bokor sangat unik. Memiliki 20 anak sungai. Kiri dan kanan rindang dengan hutan bakau. Pengunjung bisa menikmati pemandangan sungai yang teduh menggunakan sampan-sampan kecil. Akar-akar mangrove yang bergelantungan di tengah air sungai yang bening kecoklatan dengan tiupan angin sepoi di tengah sungai akan menjadi sajian menarik yang bisa dinikmati pengunjung. Suasana hijau di kanan kiri sungai akan membuat pikiran menjadi teduh, sekaligus perut akan terasa lebih cepat lapar karena berada di atas permukaan air.
Pengunjung atau para pegiat lingkungan yang ingin melihat habitat mangrove yang masih asli dan cukup terjaga bisa mengunjungi sungai yang membelah kawasan Desa
Bokor. Kawasan ini juga dikenal sebagai kawasan konservasi tanaman mangrove yang masih cukup asri. Hutan mangrove seluas 320 hektar menjadi pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Perjalanan membelah sungai menggunakan sampan panjang berbekal kamera akan menjadi perjalanan mengasyikkan yang bisa didapatkan para wisatawan di tempat ini.
Kenyataan itu jualah yang membuat Pemerintah Desa Bokor sadar dan langsung merebut kesempatan. Mereka telah bertekat. Potensi wisata manggrove di Desa Bokor akan dikelola semaksimal mungkin. Dengan menjadikan manggrove sebagai sektor pariwisata unik dan eksotik, cara ini juga sebagai upaya meningkatkan ekonomi masyarakat desa.
"Insya Allah, potensi wisata manggrove akan kita kelola melalui BUMDes agar terealisasi dengan baik. ini sebagai upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat," katanya Kepala Desa Bokor, Aminullah, Rabu (6/3/2019).
Sesungguhnya, progres peningkatan peluang wisata mangrove Desa Bokor masih dilakukan persiapan yang matang. Ini menjadi penting agar upaya yang dilakukan tidak hanya sia-sia.
"Rencana awal, di samping agrowisata dan ekowisata, hutan mangrove akan kita jadikan jalan setapak sampai Kuala Bokor," ujarnya.
Setelah terealisasi, maka dilakukan pembagian blok sepanjang akses jalan tersebut. Di sana baru dibangun beberapa peluang ekonomi yang bisa menjadi sumber pendapatan.
"Kalau sudah memanjang 2 kilometer nanti, akan kita paketkan dan blok sekitar per 100 meter, untuk membangun budidaya siput, kepiting, dan lain sebagainya. Progres ini banyak, cuma kemampuan anggaran saja yang terbatas. Tapi, Insya Allah secara bertahap akan kita realisasikan," sebutnya lagi.
Menurutnya, untuk mengembangkan pariwisata tersebut harus didorong dengan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu. Jadi, tingkat kesadaran masyarakat terangsang untuk membangun daerah wisata manggrove menjadi potensi ekonomi.
"Memang orang mendorong saya paket dulu. Tapi, kalau mainset saya, harus infrastruktur dulu, jadi orang tidak kecewa. Yang penting adalah kesadaran masyarakat. Ada Pokdarwis (kelompok sadar wisata). Untuk membangun infrastruktur itu mudah, cuma untuk membangun mainset masyarakat saja yang saat ini sedang dalam
proses. Kalau sudah nampak bukti, baru sesuatu yang direncanakan bisa terealisasi," ungkap Kepala Desa Bokor itu.
Penggiat Wisata Desa Bokor, Sopandi SSos, mengatakan, upaya pengembangan manggrove harus memprioritaskan pengelolaan manajemen yang baik. Sehingga, progres yang hilakukan tidak sampai terbengkalai.
"Pengelolaan manajemennya harus bagus. Sebab, ini bukan sesuatu yang pribadi. Anggaran pemerintah yang dikucurkan pun dapat terealisasi dengan baik," katanya.
Selain itu, dia berharap dengan adanya wisata mangrove itu dapat dikelola oleh unit usaha wisata yang berada di bawah BUMDes. Dengan membentuk Pokdarwis sebagai perpanjangan tangan.
"Jika pengelolaannya sudah baik, otomatis dapat menambah pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Sehingga, besar kemungkinan, sumber pendapatan makin meningkat dari tahun ke tahun," ujarnya.
Tak hanya itu, dia menyarankan agar pihak pengelola bisa menambahkan pengadaan pembangunan untuk penjualan souvenir khas Desa Bokor. Dengan begitu, dapat digunakan masyarakat untuk berjualan sehari-hari.
"Jadi, orang yang datang pun tidak harus menunggu event. Bisa berwisata setiap hari
pada hari libur. Itulah kesempatan masyarakat. Dan, yang lebih penting lagi dengan pariwisata kreatif di Desa Bokor ini bisa mengundang investasi datang," ungkap Ketua Sanggar Bathin Galang itu.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda dan 2 (Disparpora), Tengku Arifin menilai Bokor sangat potensial. Selain memiliki berbagai event yang sudah mendunia, juga memiliki alam yang indah dengan kebaradaan sungai dan hutan menggrovenya.
“Kami akan terus mendorong Desa Bokor berkembang. Makanya kita selalu mengalokasi sejumlah kegiatan dan pembangunan di sini untuk mendukung Bokor sebagai Desa Wisata Budaya di Kepulauan Meranti. Kami juga akan mengusulkan payung hukum dalam bentuk Perda untuk mendorong itu semua,” ucap Tengku Arifin saat membuka secara resmi kegiatan Bokor One Night yang digelar di Desa Wisata Bokor baru-baru ini.
Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra menilai bahwa strategi Pemkab Meranti sangat positif dan patut didukung. Dia mengharapkan, pemerintah daerah terus meningkatkan inftrastruktur untuk pengembangan pariwisata di Kepulauan Meranti. Infrastruktur sangat penting dan wajib ada dalam menunjang percepatan pengembangan sektor pariwisata, seperti akses jalan, penerangan listrik, penginapan, air bersih, pasar dan angkutan publik.
"Pemerintah daerah harus serius menyiapkan seluruh insfrastruktur itu agar keinginan mengembangkan sektor pariwisata dapat berhasil," ujar Dedi.(humas/018)
Kategori
Topik
Bagikan