Dishub Akan Ajukan Diklat BST Gratis Tahap II

Selasa, 14 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 52 detik.
image
Dishub Akan Ajukan Diklat BST Gratis Tahap II

MERANTI-Hampir ribuan pelaut asal Kepulauan Meranti belum mengantongi sertifikat pelaut. Setidaknya dari keterangan yang dilansir dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhanan (KSOP) Kelas II Selatpanjang, terdapat 800 unit kapal yang awaknya belum melalui uji kompetensi.

Urai masalah tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan kerjasama dengan beberapa instansi vertikal untuk mengadakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Basic Safety Training (BST) secara gratis dan berkelanjutan. Upaya itu berhasil. Melibatkan peran serta dari KSOP dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta melalui persetujuan dari Kemenhub RI, BST gratis tahap pertama berhasil dilaksanakan belum lama ini.

Setidaknya tidak kurang dari 700 orang pelaut asal daerah setempat telah mengantongi sertifikat BST atas belangsungnya helat tersebut.

Seperti dikatakan oleh Kadishub Kepulauan Meranti, Dr H Aready SE Msi, BST gelombang pertama berlangsung sukses. Dalam mengurai masih banyaknya pelaut Kepulauan Meranti yang belum memiliki kompetensi, pihaknya kembali akan mengajukan kerjasama dengan STPlP Jakarta.

"Dengan begitu, mudah-mudahan lepas lebaran atau beberapa bulan mendatang bisa kembali dilaksanakan diklat tahap ke II. Minimal semua pelaut kita teruji kompetensinya," ujarnya.

Keinginan itu disambut baik oleh Kordinator Diklat, Pemberdayaan Masyarakat STIP Jakarta, Pande Siregar. "Kita sangan berterimakasih kepada Dishub Meranti yang siap membatu kami untuk merekrut calon peserta dalam BST tahap pertama. Saya salut, jumlah peserta sangat besar," ungkapya.

Saat ini dalam tahun anggaran 2019, STIP Jakarta diberi target oleh Kemenhub RI untuk mensertifikatkan sebanyak 13 ribu orang pelaut. Untuk mecapai target tersebut ia meminta Dishub Meranti kembali mengajukan permohonan yang sama seperti semula.

"Ya mudah-mudahan dalam tahun ini di Meranti akan kita akan upayakan kembali dapat program yang sama. Namun itu semua tergantung Pemda dan KSOP-nya," ujar Pande Siregar

Semula diterangkan oleh jajaran KSOP Selatpanjang, Helmi Nofikri yang membenarkan jika di Kepulauan Meranti masih banyak pelaut yang belum mengantongi sertifikat kompetensi.

"Dari perkiraan kasar saya di Meranti saat ini sedikitnya terdapat 800 unit kapal yang pelaut yang belum mengantongi kelayakan sebagai seorang pelaut," ujarnya.

Selain itu ditambah dengan besarnya partisipasi masyarakat sebagai peserta diklat BST Lalu, juga dapat dijadikan tolak ukur jika daerah tersebut memiliki banyak pelaut yang belum punya standar kompetensi.

"Kabarnya hamoir dua ribu orang yang ambil fomulir BST gratis kemarin. Namun hanya 700 peserta saja yang bisa ikut. Dari sini saja sudah bisa kita pastikan ternyata masih banyak pelaut kita yang belum memiliki kompetensi tertulis, " ungkapnya. (hms003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti