Disdagprinkop Akan Tindak Lanjuti Temuan Boraks di Bazar Takjil
Senin, 3 Juni 2019. Waktu baca 1 menit 55 detik.
Disdagprinkop Akan Tindak Lanjuti Temuan Boraks di Bazar Takjil
MERANTI - Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disdagprinkop) Kepualauan Meranti akan tindak lanjuti hasil temuan penggunaan bahan berbahaya di bazar Ramadan Kepulauan Meranti yang dipusatkan di jalan A. Yani, Selatpanjang.
Sebelumnya Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru melakukan sidak di sana dan menemukan dua sampling yang positif mengandung boraks dari tiga puluhan sampling yang diambil dari pedagang yang menjajakan takjil di sana.
Kabid Perdagangan Disdagprinkop Kepulauan Meranti Ade Suhartian mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut bersama dengan dinas kesehatan untuk melakukan pembinaan. Hal ini dikatakannya karena untuk pengawasan terhadap bahan pangan tetap menjadi wewenang Pemerintah provinsi.
"Kegiatan bazar ini memang dari dinas perdagangan. Kalau untuk pengawasannya lebih kepada provinsi," ungkapnya Minggu (26/5/2019)
Dirinya mengatakan akan memonitoring kembali pengusaha makanan di Kepulauan Meranti untuk dilakukan pembinaan.
"Kalau untuk pembinaannya kita akan coba bekerjasama dengan dinas kesehatan, untuk membina pengusaha-pengusaha yang nakal, kita pasti akan tindak lanjuti itu," ujar Ade.
Dirinya memastikan bahwa izin dari pengusaha nakal yang memakai bahan tambahan makanan berbahaya tidak memiliki izin.
"Kalau seperti itu tidak, itu biasanya lebih cenderung produksi rumah tangga," ujarnya.
Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disdagprinkop) Kepualauan Meranti menyampaikan bahwa untuk pengawasan bahan makanan di Kepulauan Meranti masih menjadi wewenang pemerintha provinsi.
"Untuk mengantisipasi peredaran barang ilegal di Kepulauan Meranti kita tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dalam kegiatan monitoring, karena kita di Kabupaten hanya bisa memonitoring," ujar Ade.
Hal yang dimonitoring dikatakan Ade adalah peredaran barang, stok bahan pangan. "Dimana apabila ditemukan kejanggalan-kejanggalan, hal yang tidak sewajarnya kita akan berkoordinasi dengan pihak provinsi," ungkapnya.
Dirinya mengatakan bahwa sebelumnya pihaknya sudah menghimbau kepada pedagang yang berjualan di sana agar tidak menggunakan bahan -bahan tambahan pangan yang berbahaya. "Kita sudah menghimbau kepada pedagang agar menjajakan barang dagangannya itu yang benar-benar aman dikonsumsi masyarakat," tegasnya.
Sebelumnya kasi Inspeksi BBPOM Pekanbaru Ully Mandasari mengatakan bahwa dua sampling yang ditemukan mereka di bazar ramadhan Kepulauan Meranti positif mengandung boraks.
"Positif boraks pada mi kuning," ujar Mandasari selepas melakukan sidak Jumat (24/5/2019).
Jajanan yang diidak mereka saat itu ada berbagai jenis mulai gorengan, kerupuk, mi, bakso, cendol dan lainnya.
Walaupun demikian Mandasari mengatakan bahwa orang yang menjual bahan pangan yang mengandung boraks tersebut mengaku bahwa yang dijualnya merupakan titipan.
"Katanya titipan dari yang bikin. Jadi ini pasti kita tindak lanjuti karena yang bersangkutan tidak ada di sini." Pungkas Mandasari. (humas/019)
Kategori
Topik
Bagikan