Desa Bokor Bakal Jadi Induk Sentral Jaringan Internet

Jumat, 1 Februari 2019. Waktu baca 2 menit 21 detik.
image
Desa Bokor Bakal Jadi Induk Sentral Jaringan Internet

MERANTI - Tahun 2019, Desa Bokor bakal menjadi induk sentral jaringan internet di Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Kabag Komunikasi dan Informasi Kepulauan Meranti, Syaiful Ikram mengatakan, perencanaan tersebut dilakukan untuk membangun kesejahteraan masyarakat dengan teknologi informasi dan komunikasi. Desa Bokor dipandang layak dijadikan induk sentral jaringan internet melalui, karena desa tersebut sudah memiliki program jaringan internet desa (Desa Broadband).

"Jadi, dengan Desa Broadband itu nantinya akan dikembangkan program jaringan internet di Kecamatan Rangsang Barat," katanya, kemarin.

Menurut dia, proyek tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh BUMDes. Rencana pembangunan jaringan internet akan menyertakan modal maksimal sebesar Rp, 50 juta, sesuai dengan kesepakatan desa.

"Bisa saja anggaran dana 50 juta itu tidak akan habis. Karena, sebagian desa di Kecamatan Rangsang Barat sudah punya tower. Jadi, tinggal menambah jaringannya saja," kata Syaiful Ikram.

Terkait dana sebesar Rp. 35 juta dengan kekuatan jaringan 100 Mbps merupakan penawaran yang diberikan oleh Pemerintah pusat. Dengan dana tersebut, sebanyak 10 desa akan dapat menikmati jaringan internet. Namun, masing-masing desa harus mengeluarkan budget sebesar Rp.3,5 juta.

"Itu jika dengan harga yang ditawarkan demikian. Tapi, kami (Kominfo) juga akan berusaha melakukan lobi ke pusat agar tarif harga 100 Mbps bisa dikurang lagi," ujarnya.

Dia berharap, dengan peluang yang diberikan kepada Pemerintah Desa, nantinya dapat dikelola oleh BUMDes dan jaringan internet dapat dirasakan oleh semua sektor, khususnya masyarakat desa. Hal itu juga akan memberikan keuntungan bagi desa, karena sudah bisa bersaing seperti daerah lainnya melalui akses jaringan teknologi.

"Selama ini jaringan internet hanya berputar di sebagian wilayah desa yang dekat tower atau di pusat desa saja. Itu tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat. Tapi kini, betul-betul kita sumbangkan melalui sistem kabel yang akan disalurkan ke masyarakat. Seperti sistem Tv kabel modelnya. Di situ masyarakat disuruh membayar misalkan Rp. 200 ribu per bulan dan mereka dapat internet penuh," tambah dia lagi.

Terkait kapannya proyek ini akan dilaksanakan, menurut Syaiful tergantung kesiapan pihak desa untuk mencapai target tersebut. Jika sudah dianggarkan, ia berharap perencanaan bisa digesa tahun ini (2019, red).

"Tergantung desa, mau tidak mereka menganggarkan di tahun 2019 ini. Kalau memang sudah mereka anggarkan, syaratnya yang penting tidak boleh dikelola oleh desa, tetapi harus melalui BUMDes," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Bokor, Aminullah saat dikonfirmasi baru-baru ini, sangat mendukung proyek yang diberikan pemerintah melalui Kominfo. Menurutnya, upaya ini salah satu peluang untuk meningkatkan hasil pendapatan dalam pengembangan usaha dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

"Jadi, bukan hanya dibidang simpan pinjam. Pengembangan usaha di BUMDes akan memanfaatkan rencana dari pemasangan jaringan internet desa yang nantinya dapat memberikan keuntungan dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat," ujar dia.

Aminullah juga menyatakan kesiapan terhadap perencanaan untuk menyertakan  modal dari BUMDes terkait pengadaan proyek tersebut di Desa Bokor. Jika sudah ada nota kesepahaman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo.

"Insya Allah 2019 akan kita realisasikan, yang terpenting tergantung kesepakatan kepala desa. Sebab, mereka (Kominfo) sudah siap, jika desa sudah menganggarkan modal," terang Kepala Desa Bokor itu.(Humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti