Delapan Desa Lagi Bisa Nikmati Internet Gratis
Minggu, 25 November 2018. Waktu baca 2 menit 13 detik.
Delapan Desa Lagi Bisa Nikmati Internet Gratis
Selatpanjang – Jumlah Desa yang sudah bisa memiliki akses internet di Kepulauan Meranti, Provinsi Riau akan bertambah. Sehingga akan mengurangi keterisoliran masyarakat.
Untuk saat ini baru 2 Desa yang sudah bisa diakses internet yakni Desa Bokor Kecamatan Rangsang, dan Desa Tanah Merah Kecamatan Rangsang Pesisir. Pembangunan akses internet dari program broadband ini sudah dilakukan pada tahun 2015 lalu.
Sementara pada tahun 2019 mendatang pemerintah berencana menambah sebanyak 8 Desa lagi yang akan mendapatkan program tersebut. Diantaranya, Desa Topang, Gayung Kiri, Tanjung Gemuk, Anak Setatah, Sonde, Telesung, Kedabu Rapat, dan Desa Bagan Melibur.
Seperti yang diinformasikan Kasubag Aplikasi dan Informatika, Bagian Kominfo Setdakab Kepulauan Meranti M Syafi`i MKom. Menurutnya Desa broadband terpadu adalah program langsung dari Kementerian melalui Badan Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).
"Kemarin total Desa yang diusulkan ke kementerian yakni delapan Desa. Dari informasi, tindak lanjut dari usulan itu telah disetujui dan masuk proses pengerjaan pada tahun anggaran 2019 mendatang,” katanya, Senin (26/11/2018)
Disebutkannya dari delapan desa tersebut telah melalui proses verifikasi oleh tim survei dari kementerian. Meski begitu kepastiannya, lanjut Syafi`i masih menunggu informasi lanjutan mereka.
Ditambahkan Kepala Bagian Kominfo, Syaiful Ikram pembangunan broadband bagi 8 Desa tersebut sudah disetujui pada tahun ini. Ia berharap agar bisa terealisasi sesuai dengan komitmen pihak kementrian.
Lebih jauh kebutuhan internet disebagian besar wilayah di Kepulauan Meranti sangat besar. Apalagi masih banyak daerah yang terisolir dan belum bisa diakses oleh jaringan internet sama sekali.
“Khususnya Desa-desa yang berbatasan dengan Negara tetangga. Jangankan internet, jaringan seluler saja masih sangat sulit,” katanya menggambarkan.
Dengan adanya desa broadband ini nantinya ditargetkan dapat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Karena saat ini sangat bayak peluang bagi masyarakat yang bisa diambil didunia maya.
“Masyarakat bisa memanfaatkan jaringan internet untuk jual beli produk daerah. Apalagi jika dikelola secara bijak oleh Pemerintah Desanya. Pastinya bisa merangsang ekonomi masyarakat,” terang Syaiful.
Kepala Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Aminullah mengaku bahwa fasiltas desa broadband yang sudah didapatkan sejak tahun 2015 itu sangat membantu dalam pengembangan daerah. Apalagi fasilitas internet diberikan secara gratis oleh pemerintah pusat. Menurutnya jauh sebelum memiliki fasilitas tersebut, masyarakatnya dan Pemerintahan Desa (Pemdes) sulit mendapatkan jaringan internet.
"Sekarang tidak susah lagi, jika anak- anak warga desa ada tugas sekolah mereka bisa menggunakan free wi-fi yang disediakan langsung oleh kami. Begitu juga Pemdes, kami kerja sudah didukung full internet, jadi tidak ada hambatan lagi," ucapnya.
Ia mengaku sejak tahun 2015 lalu, pemancar V-sat yang digunakan dalam program tersebut tidak pernah ada gangguan. Sehingga tidak pernah trouble (masalah) terhadap jaringannya.
"Tidak pernah bermasalah jaringannya. Jika ada apa apa pun kami tinggal koordinasi ke Mitra-Sat nya. Namun hingga saat tidak pernah bermasalah," aku Aminullah. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan