Cegah DBD, Dharma Wanita Wajib Jadi Kader Jumantik

Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 39 detik.
image
Cegah DBD, Dharma Wanita Wajib Jadi Kader Jumantik

MERANTI – Ketua Dharma Wanita Kepulauan Meranti, Riau, dr. Iriani Yulian Norwis menginstruksikan seluruh kader dharma wanita untuk waspada terhadap serangan demam berdarah dengue (DBD). Keinginan tersebut disampaikannya mengingat masuknya musim pancaroba merupakan kondisi produktif perkembang biakan nyamuk Aedest Aegypti.

“Kita berharap, peran kader dharma wanita mampu menjadi kader juru pemantau jentik (Jumantik) dalam mengantisipasi serangan virus DBD.” sebut dr. Iriana, Jumat (16/03/2019).

Untuk menyiapkan kadernya, sejumlah upaya dilakukan, salah satunya lewat sosialisi dengan menggandeng Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti. Sosialisai tersebut perlu diberikan ke seluruh kader agar benar-benar paham dengan tugas Jumantik. Untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk, para kader wajib mengetahui tempat-tempat yang menjadi lokasi bersarangnya serangga penyebar virus DBD itu.

“Selain menerapkan pola 3M plus, kader juga harus tau, dimana tempat-tempat yang kerap menjadi tempat bersarangnya nyamuk,” kata Iriana lagi.

Ada sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat bersarangnya nyamuk, namun sering tidak di sadari. Seperti tempat penampungan air di pot bunga, bak penyimpanan air, tempat penampungan air di dispenser serta berbagai lokasi lainnya. Sehingga, diperlukan kejelian, sebelum menjadi tempat bersarangnya nyamuk demam berdarah.

Tak hanya waspada di lingkungan rumah, seluruh kader dharma wanita diharapkan mampu ikut mengedukasi masyarakat. Minimal hal itu dilakukan di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Keterlibatan kader di tengah-tengah masyarakat sangat di butuhkan untuk memberikan edukasi, terutama bagi warga yang belum tersentuh sosialisasi dari kader Jumantik bentukan Dinas Kesehatan.

“Kita harapkan ilmu yang didapat lewat sosialisasi, mampu diterapkan di lingkungan keluarga dan menjadi kader Jumantik di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” pungkas Iriana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinskes) Kepulauan Meranti, Muhammad Fahri, mengapresiasi keinginan Dharma Wanita untuk ikut terlibat dalam pemberantasan demam berdarah. Menurut dia, kesadaran masyarakat seperti ini sangat mendukung dalam upaya meminimalisir kasus DBD di Kepulauan Meranti.

Fahri juga berharap, ke depan tak hanya dharma wanita, sejumlah organisasi lainnya di Kepulauan Meranti bisa membantu Dinas Kesehatan dalam memutus mata rantai peredaran nyamuk demam berdarah dengue. Jika kesadaran masyarakat meningkat, maka DBD pasti tak akan bisa mendekat. (Humas/006).

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti