Camat Tebingtinggi Dukung Penuh Upaya Penertiban Ahmad Yani
Kamis, 16 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 27 detik.
Camat Tebingtinggi Dukung Penuh Upaya Penertiban Ahmad Yani
MERANTI - Camat Tebingtinggi, Helfandi mendukung penuh upaya Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti Riau, dalam menertibkan lalu lintas di Jalan Ahmad Yani Kota Selatpanjang.
Helfandi mengaku, sebagai salah satu ruas jalan utama di Kota Sagu, keberadaan jalan A. Yani, kerap terjadi kemacetan, terutama mendekati Lebaran nantinya.
"Meski tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun secara perlahan kita harapkan kesadaran warga terbangun untuk mengikuti aturan yang berlaku," ujar Helfandi.
Upaya untuk mengatasi masalah itu, sudah dilakukannya sejak menjabat sebagai Camat Tebingtinggi. Di setiap kesempatan ia selalu melakukan sosialisasi, terutama saat menggelar pertemuan bersama warganya.
"Setiap ada pertemuan, sejumlah hal saya sampaikan tak terkecuali masalah ketertiban umum, salah satunya ketertiban berlalu lintas," ungkapnya.
Tak hanya penataan parkir, keberadaan bongkar muat juga perlu diatur sebaik mungkin, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Jika kondisi gerobak atau becak pengangkut barang memakan badan jalan, tentu akan membuat ruas jalan menyempit, sehingga menimbulkan kemacetan.
"Hal ini dibutuhkan kesadaran semua pihak, mulai dari pengguna jalan, petugas parkir, buruh, pedagang serta pemilik toko untuk mengikuti seluruh aturan yang berlaku," terang Helfandi.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemaduan Moda dan 7, Dinas Perhubungan (Dishub) Kepulauan Meranti, Abdul Malik mengaku, selain melakukan penataan parkir, untuk memperlancar arus lalu lintas di Jalan A. Yani, pihaknya juga memberlakukan jam operasional bongkar muat.
"Bagi buruh yang ingin melakukan bongkar muat, di jalan A. Yani, hanya dibenarkan di atas pukul 10 pagi," ujar Malik.
Kebijakan itu diambil, mengingat kemacetan kerap terjadi saat pagi hari, menjelang pukul 10. Itu karena, di lokasi tersebut terdapat Pasar Juling. Saat waktu pagi, arus lalulintas menjadi padat, karena banyaknya warga yang berbelanja.
"Kita berharap kerjasama semua pihak, terutama pemilik toko yang akan bongkar muat barang. Saat membongkar hendaknya posisi kendaraan tidak sampai ke badan jalan, sehingga menyebabkan kemacetan," pungkas Malik.(Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan