Bupati Optimis, Central IKM Sagu Sejahterakan Masyarakat
Rabu, 15 Mei 2019. Waktu baca 2 menit 14 detik.
Bupati Optimis, Central IKM Sagu Sejahterakan Masyarakat
MERANTI-Bupati Kepulauan Meranti Drs H. Irwan Msi, optimis pembangunan centra IKM sagu akan berdampak baik bagi pembangunan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Alhamdulillah, wujud fisik pembangunannya sudah jadi pada tahap pertama dan akan terus diselesaikan hingga pada tahap kedua dan ketiga untuk finishing pengerjaan," kata Bupati Irwan, belum lama ini.
Dia juga menaruh harapan besar terhadap Centra IKM Sagu tersebut. Selain membawa kemajuan pada pembangunan ekonomi daerah, tentunya dapat memperkenalkan pangan ini ke luar negeri. Alasan tersebut juga sesuai dengan 369 varian olahan pangan berbahan sagu yang sudah dihasilkan dan dipromosikan ke tingkat nasional dan internasional.
Menurut Irwan, kandungan nilai gizi sagu cukuplah tinggi. Kadar gulanya pun sangat rendah. Tidak seperti beras atau pangan lainnya yang telah menjadi konsumsi masyarakat dunia. Maka tak heran jika sagu mampu bersaing dengan pangan lain, seperti jagung, gandum, kedelai dan lainnya lagi.
Dan, sampai saat ini, Kepulauan Meranti bahkan mampu menghasilkan lebih dari 3.000 ton sagu kering per tahunnya. Jumlah tersebut masih tergolong rendah karena belum terkelola secara keseluruhan.
Karenanya, Irwan yakin dengan dibangunnya Centra IKM Sagu, maka poduksi dan hasil jual petani akan lebih meningkat dan menjanjikan dalam menambah nilai ekonomis masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs. Azza Fahroni melalui Kepala Bidang Industri Marwan SE, yang turut didampingi Kasi Industri Logam Mesin Elektronika Aneka dan Kerajinan Miftah SE. Pihaknya bahkan sangat serius menggejot pembangunan Centra IKM Sagu di Desa Sungai Tohor.
"Pengerjaan tahap pertama tahun 2018 sudah selesai dengan 10 ruang bangunan produksi, beserta Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) dan fasilitas bangunan pelengkap. Tahap kedua yang telah disetujui pusat akan kita mulai pada tahun ini hingga pada tahun 2020 nanti akan masuk tahap ke tiga, yakni finishing," katanya.
Ditambah Miftah, Centra IKM Sagu ini di bangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) melalui Kementerian Perindustrian RI. Tahap pertama Tahun 2018, bantuan yang turun sebesar Rp20.799.620.000. Dan, tahun ini pihaknya kembali mengajukan dan disetujui sebesar Rp. 19.336.490.000. Sedangkan pada tahap ketiga tahun 2020 pihaknya kembali akan mengajukan lagi dana tambahan sebesar Rp9 miliar.
"Setidaknya ada 10 ruangan produksi pada Centra IKM Sagu dan dua blok. Masing-masing blok ada 5 ruangan produksi yang kita namai blok 1A dan 1B. Untuk 1A diperuntukan produksi sagu telor, kerupuk sagu, sagu rendang mutiara, kue sagu, dan cadangan IKM potensial. Sementara blok 1B digunakan pembuatan Mi sagu instan. Di sini ada dua ruang produksi untuk mi sagu basah satu ruang produksi, sagu beras (beras analog) satu ruang, gula cair dan cadangan potensial. Masing-masing akan dilengkapi dengan mesin exstrueder," tambahnya.(humas/018)
Kategori
Topik
Bagikan