Bupati Asmar Tinjau Pembangunan Jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu
Senin, 2 November 2026. Waktu baca 3 menit 33 detik.
MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan guna memperlancar konektivitas dan mobilitas masyarakat, baik antardesa maupun antarkecamatan. Peningkatan akses jalan ini diharapkan dapat mempermudah distribusi barang dan hasil perkebunan sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan ruas jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, yang saat ini tengah dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Meranti.
Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn.) H. Asmar meninjau langsung progres pembangunan jalan tersebut bersama Kepala Dinas PUPR, jajaran bidang dan staf teknis Bina Marga, Camat Rangsang, serta para kepala desa se-Kecamatan Rangsang, Senin (2/11/2026).
Dalam peninjauan itu, Asmar menyampaikan bahwa pembangunan jalan memiliki panjang sekitar 1,4 kilometer dengan lebar 6 hingga 7 meter. Pekerjaan tersebut didukung anggaran APBD Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026 sebesar kurang lebih Rp4,8 miliar.
"Alhamdulillah, hari ini kami turun langsung ke lapangan untuk melihat progres pekerjaan jalan di Pulau Rangsang. Kita berharap pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan mobilitas hasil perkebunan," ujar Asmar.
Ia mengatakan, pemerintah daerah berharap pembangunan jalan tersebut dapat dilanjutkan hingga ke kawasan Desa Sungai Gayung Kiri agar masyarakat semakin mudah membawa hasil perkebunan untuk dipasarkan.
"Insyaallah, apabila anggaran memungkinkan dan ada rezekinya, pembangunan ini akan kita lanjutkan sampai ke Gayung Kiri. Harapan kita, masyarakat semakin mudah membawa hasil kebunnya ke pasar dan perekonomian masyarakat Pulau Rangsang semakin meningkat," harapnya.
Menanggapi perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan yang sebelumnya sempat viral di media sosial, Asmar menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian dari partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
"Kami terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Silakan sampaikan pendapat, tetapi berikan juga saran-saran yang baik agar menjadi masukan bagi kami dalam menjalankan pemerintahan dan melaksanakan pembangunan," ungkapnya.
Terkait prioritas pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran 2027 di tengah kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas, Asmar mengatakan pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akan mengupayakan alokasi anggaran, termasuk melalui dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.
"Insyaallah, kita akan fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama jalan-jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kita berharap melalui perencanaan dan dukungan anggaran yang ada, pembangunan dapat terus dilaksanakan secara bertahap," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Asmar juga menyampaikan rencana kedatangan sekitar 600 personel batalion ke Kecamatan Rangsang pada Januari mendatang. Ia berharap kehadiran satuan tersebut nantinya dapat memberikan dampak positif bagi daerah dan masyarakat setempat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia, S.T., menjelaskan bahwa pembangunan ruas jalan Tanjung Samak–Tanjung Kedabu memiliki target panjang sekitar 1,4 kilometer dengan lebar 6 hingga 7 meter. Ketebalan badan jalan disesuaikan dengan kondisi tanah di lapangan, yakni berkisar antara 30 hingga 45 sentimeter.
"Kalau kondisi tanahnya masih keras, ketebalannya bisa sekitar 30 sentimeter. Namun, jika kondisi tanah berlumpur, bisa mencapai 45 sentimeter. Ini disesuaikan agar konstruksi jalan dapat memenuhi kebutuhan kondisi lapangan," jelasnya.
Rahmat yang akrab disapa Aang itu menambahkan, apabila pembangunan dapat dilanjutkan pada tahap berikutnya, penanganan ruas jalan tersebut berpotensi diperpanjang sekitar 3 hingga 4 kilometer.
Selain di Kecamatan Rangsang, Dinas PUPR juga tetap memprioritaskan penanganan sejumlah ruas jalan dengan kondisi rusak berat di wilayah lainnya, termasuk Kecamatan Pulau Merbau, Rangsang Pesisir, dan Rangsang Barat.
Aang juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan Lukit akan mendapat dukungan melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PT ITA dengan nilai sekitar Rp3,5 miliar.
Dana tersebut direncanakan untuk pembangunan jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer, termasuk pekerjaan jalan beton di Desa Sungai Tengah. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat sekaligus mendukung operasional penyeberangan RoRo Lukit.
Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Meranti yang telah turun langsung meninjau pembangunan jalan di wilayah mereka.
Ia mengungkapkan, kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini mulai membaik setelah dilakukan pembangunan. Pemerintah desa bersama masyarakat berharap peningkatan jalan tersebut dapat terus dilanjutkan hingga menjangkau ruas-ruas lainnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meluangkan waktu untuk melihat langsung kondisi jalan di desa kami. Alhamdulillah, jalan yang sebelumnya rusak sekarang sudah mulai bagus. Kami berharap pembangunannya dapat dilanjutkan agar semakin banyak akses masyarakat yang terbantu," tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap pembangunan infrastruktur jalan secara bertahap dapat memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil perkebunan, serta membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya di Kecamatan Rangsang.
Kategori
Topik
Bagikan