Berburu Untung Tahun Baru Imlek di Selatpanjang

Minggu, 10 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 48 detik.
image
Berburu Untung Tahun Baru Imlek di Selatpanjang

MERANTI - Tradisi perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Selatpanjang ternyata dimanfaatkan warga untuk mengais rezeki. Bukan hanya warga tempatan, momen pulangnya ribuan perantau Tionghoa juga diburu oleh pedagang dari luar daerah.

M. Ghazali misalnya. Bersama enam teman, ia sengaja datang membawa ribuan Burung Pipit dari Sumatera Selatan untuk dijual di Selatpanjang.

"Rutin setiap perayaan imlek kami ke Selatpanjang untuk menjajakan burung pipit beraneka warna," ungkapnya.

Dari daerahnya, ia mengaku telah membawa persediaan sebanyak 2000 ekor burung pipit. Sama halnya denga 6 orang temannya. Burung pipit itu ia jual setiap ekornya sebesar Rp 10.000 dan dua ekor didiskon menjadi Rp 15.000.

"Ada juga yang beli borong tujuh ekor sekaligus dengan harga Rp 50 ribu. Dan lebih dari itu. Dari tadi pagi hingga saat ini pukul 14.30 telah laku 300 ekor lebih," ungkapnya.

Melepaskan sejumlah burung saat perayaan Imlek atau disebut juga tradisi Fang Shen diyakini masyarakat Tionghoa akan membuang segala bentuk negatif dan mendatangkan hal positif.

Para penjual burung itu akan berada di Selatpanjang lebih kurang lima hari dengan target semua burung laku terjual.

Tahun lalu, dari 2000 ekor burung pipit yang ia jajakan, keuntungan bersih yang didapat Ghazali dam teman-temannya mencapai Rp 15 juta.

Ramainya pengunjung yang memadati kawasan Kelenteng Hoo Ann Kiong atau Vihara Sejahtera Sakti di Jalan Ahmad Yani Selatpanjang juga dimanfaatkan oleh warga Tempatan dengan berbagai peluang usaha.

Seperti Nurharis dan Sulaiman. Mereka menawarkan kepada para pengunjung kelenteng jasa foto sekaligus cetak. Untuk ukuran 10r dihargai Rp 30 ribu dan cetak dua foto pengunjung hanya dikenakan Rp 50 ribu.

"Tahun ini perdana kami berdua ambil kesempatan menjajakan jasa foto keliling," ungkap Nurharis.

Menurut mereka, peluang tersebut sangat pantas dicoba mengingat sama sekali tidak memiliki saingan.Terlebih patokan harga foto langsung cetak yang mereka jajakan sangat terjangkau da menggunakan kertas berkualitas.

"Buka stand tadi pukul 08.00. Hingga saat ini sekira pukul 14.04 WIB kami telah mencetak 217 lembar photo ukuran 10 Rs. Pendapatan kotor tidak kurang dari Rp 10 juta," bebernya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 Kepulauan Meranti, Riski Hidayat menjelaskan salah satu tujuan pemerintah daerah ikut andil menyukseskan perayaan Imlek yang mendatangkan ribuan pengunjung adalah terciptanya perputaran ekonomi yang besar di masyarakat.

"Target dan harapan kami, perayaan Imlek dan festival perang air di Selatpanjang membawa dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat," tutur Riski. (Humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti