Beras Sagu Diproduksi Akhir Tahun 2019
Senin, 11 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 44 detik.
Beras Sagu Diproduksi Akhir Tahun 2019
MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menargetkan pada akhir 2019 ini Sentra Industri Kecil Menegah (IKM) Sagu Sungai Tohor mulai beroperasi. Adapun salah satu produk unggulan yang menjadi prioritas dan akan diproduksi secara massal di sana adalah beras sagu.
Seperti yang diinformasikan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, (Disperindagkop-UKM) Meranti, Mohammad Aza Fahroni.
"Kami menargetkan akhir 2019 ini sudah beroprasi. Dan sejumlah produk berbahan dasar sagu akan diproduksi secara massal. Dimana produk unggulannya yakni beras dari sagu," ungkapnya.
Untuk itu ia, sangat berharap doa dan dukungan serta kerjasama yang baik dari tokoh masyarakat, Organisasi Masyarakat (Ormas)dan masyarakat lainnya agar rencana tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana.
Terpisah, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan Nasir MSi mengungkapkan, Pemkab Meranti akan selalu berupaya maksimal dalam mengembangkan pangan lokal berbahan dasar sagu hingga ke tingkat nasional.
Menurutnya sagu memiliki peluang besar sebagai pangan alternatif nasional. Dari sana muncul gagasan untuk mengolah sagu menjadi beras, yakni beras analog.
"Program diversifikasi pangan kita mulai berhasil untuk mempengaruhi fisikologi ketergantungan masyarakat terhadap beras dari padi. Untuk itu muncul sebuah produk dengan nama beras analog berbahan dasar sagu yang menyerupai bentuk beras asli sehingga psikologi masyarakat yang mengonsumsinya merasa mengonsumsi beras. Mudah-mudahan tahun ini mulai diproduksi secara masal," optimisnya.
Untuk itu, Irwan mengajak masyarakat agar dapat mendukung program baik tersebut. "Pemerintah terus berupaya mendorong dan mendukung swasembada pangan mandiri dan ketahanan pangan melalui kebijakan-kebijakan nasional. Untuk menuju ke sana, makanya kita harus kedepankan potensi sagu kita," ujarnya.
Dampak lain dari sagu tambah Bupati yakni memiliki kualitas gizi yang lebih baik dengan kadar gula yang lebih rendah jika dibandingkan dengan beras padi.
Selain potensial sebagai sumber karbohidrat, beras yang dibuat dari sagu ini dinilai kaya akan serat sehingga sangat bagus untuk kesehatan.
Tidak hanya beras analog melalui teknologi yang sedang dikembangkan di sentra IKM Sagu Sungai Tohor diungkapnya juga akan menghasilkan jenis makanan seperti mie instan, dan beberapa produk makanan lain.
Kedepan hendaknya pengembangan teknologi ini diharapkan mampu menjadi peluang usaha untuk membangkitkan perekonomian daerah terutama bagi masyarakat. (humas/003)
Kategori
Topik
Bagikan