Bangun Infrastruktur di Perbatasan, Meranti Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Senin, 31 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 38 detik.
image
Bangun Infrastruktur di Perbatasan, Meranti Masih Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

MERANTI - Pemerintah pusat belum sepenuhnya serius menjanjikan pembangunan dimulai dari daerah perbatasan. Terbukti masih minimnya alokasi program pembangunan pusat untuk Meranti yang notabene merupakan diberanda terdepan republik Indonesia.

Untuk itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi  meminta agar Pemerintah Pusat merealisasikan janji tersebut.

"Semoga Pemerintah Pusat dapat memberikan harapan baru bagi Meranti yang masuk dalam program rencana induk Pembangunan, agar kami tidak merasa asing berada di NKRI, Meranti sebagai bagian dari Indonesia juga ingin merasakan apa yang dirasakan daerah lainnya," katanya.

Pernyataan Bupati Irwan dilontarkan saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Camat dan Kepala Desa Wilayah Lokpri Dalam Rangka Gerakan Pembangunan Terpadu Perbatasan (Gerbangdutas) Lokpri Kabupaten Kepulauan Meranti, belum lama ini.

Diterangkan dia, dalam mengelola daerah perbatasan pemerintah pusat membaginya menjadi dua kategori yakni yang terhubung lewat darat dan terhubung lewat jalur perairan atau laut.

Dalam penerapannya juga berbeda, dimana daerah yang perbatasan yang terkoneksi dari daratan lebih mendapat prioritas pembangunan dibanding daerah perbatasan yang terhubung melalui laut.

Meski begitu, menurut Bupati Irwan, pembagian daerah perbatasan menjadi dua kelompok ini tidak sesuai dengan rencana Pemerintah Pusat. Karena semua daerah perbatasan yang berada diberanda terdepan NKRI sama-sama butuh alokasi program pembangunan dari Pusat.

Saat ini ada 3 sektor yang perlu diberikan perhatian khusus, yakni masalah infrastruktur dasar seperti jalan poros, elektrifikasi, air bersih, dan pemukiman masyarakat.

"Untuk pembangunan Infrastruktur kami berharap pusat dapat sama-sama membangun Meranti. Karena jika mengharapkan APBD daerah ditengah terjadinya rasionalisasi anggaran dinilai amat sulit," ujar dia.

Masalah listrik diakui Bupati Irwan, sejak Tahun 2009 Pemda Meranti telah membangun infrastruktur listrik di 63 wilayah desa. Meski begitu masih Meranti masih butuh perhatian pusat untuk membantu meningkatkan elektrifikasi, khususnya didaerah terisolir.

"Peningkatan elektrifikasi diwilayah perbatasan ini dapat dijadikan agenda induk pemerintah pusat untuk diterapkan di daerah perbatasan. Agar daerah perbatasan bisa terang dan tidak malu jika dilihat oleh negara tetangga yang terang benderang sementara kita gelap gulita," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap adanya pengadaan fasilitas air bersih yang layak dijadikan program pusat untuk daerah perbatasan.*

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti