Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, BPBD Meranti Lakukan Upaya Preventif
Jumat, 4 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 22 detik.
Antisipasi Karhutla Musim Kemarau, BPBD Meranti Lakukan Upaya Preventif
MERANTI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti tetap siaga menyambut musim panas di awal tahun 2019. Meskipun sejauh ini belum terjadi Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) seperti di daerah lain di Riau.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M. Edy Afrizal, Ahad (6/1), mengatakan, sesuai prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Propinsi Riau saat ini sedang menghadapi musim Pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke kemarau. Untuk itu, diperkirakan ancaman kebakaran akan terjadi.
Wilayah yang menghadapi Pancaroba diawali dari wilayah pesisir Riau, seperti Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Dengan begitu, BMKG menyebut wilayah pesisir saat ini cukup rawan terjadi Karhutla.
"Sesuai perkiraan BMKG memang awal tahun 2019 ini sudah mulai masuk musim kemarau dan kami sudah mengantisipasi dengan upaya-upaya preventif untuk menjaga agar jangan terjadi lagi karhutla di di Kepulauan Meranti ini," kata Edy.
Dia mengaku, saat ini upaya preventif terus dilakukan. Selain sosialisasi, petugas di lapangan juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Walau belum ada Karhutla. Kita tetap monitor posko stand by 24 jam. Selain itu, petugas kita terus berpatroli di lapangan sambil mempelajari apakah nanti ada penetapan status siaga darurat penanggulangan bencana Karhutla, kita lihat beberapa hari kedepan," ungkap Edy Afrizal.
Tidak hanya memberi arahan, BPBD Kepulauan Meranti juga telah membekali alat pemadam kebakaran di beberapa kecamatan yang rawan terjadi Karhutla. "Kalau berkaca tahun sebelumnya, Kecamatan yang paling rawan terjadi lanjutkan itu adalah Rangsang Pesisir, Rangsang, Tebingtinggi Barat, dan Tebingtinggi Timur. Namun untuk mengantisipasi hal itu, kita sudah standby alat disana. Kalau untuk Pulau Padang kita sudah dibantu dengan MPA dan PT RAPP, namun mereka tetap berkoordinasi," kata Kalaksa BPBD Meranti itu. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan