Akurasi Waktu Pemilu dan Pilpres Sangat Penting
Rabu, 6 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 24 detik.
Akurasi Waktu Pemilu dan Pilpres Sangat Penting
Selatpanjang - Penetapan akurasi waktu dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilpres sangat penting untuk diperhatikan. Sebab, durasinya sudah diatur dalam ketentuan tata cara pelaksanaan dan peraturan Pemilu.
"Akurasi waktu ini sangat penting.Jangan sampai dengan jumlah pemilih yang sudah ditetapkan, maksimal sebanyak 300 pemilih per TPS itu memakan durasi lebih dari yang sudah ditentukan," ujar Ketua KPU Kepulauan Meranti, Abu Hamid dalam pelaksanaan simulasi Pemilu dan Pilpres 2019, di halaman kantor KPU, Rabu (6/3/2019).
Dia menilai upaya ini perlu diantisipasi, agar tidak terlepas aturan yang sudah ditentukan. Akan tetapi, dalam pelaksanaan simulasi ini, kata dia, dibuat perwakilan sebanyak 30 pemilih. Dengan 20 pemilih normal yang tidak memiliki permasalahan, dan lainnya memiliki permasalahan. Seperti pindah pemilih, penggunaan KTP-el, dan ada juga orang yang kurang waras yang ingin memilih.
"Simulasi tersebut dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana proses-proses penanganannya ini kita tunjukkan. Itu yang perlu dipahami ditingkat penyelenggara," terang Abu Hamid.
Senada diungkapkan dengan Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, dalam menghadiri kegiatan simulasi tersebut. Dia berharap pihak penyelenggara Pemilu bisa memaksimalkan waktu pelaksanaan sesuai aturan yang sudah ditentukan.
"Dengan maksimal 300 pemilih per TPS sampai jam berapa penyelenggara bisa memaksimalkan waktunya. Jangan sampai Bawaslu mendapati permasalahan yang tidak dapat diselesaikan secara maksimal, sehingga dikenakan sanksi tertentu," terang dia.
"Dengan adanya pengawasan dari Bawaslu dan saksi setiap partai politik bisa meminimalisir kejadian yang bakal terjadi dikemudian hari," tambah dia lagi.
Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis sangat mendukung pelaksanaan simulasi yang dilakukan oleh KPU Kepulauan Meranti. Menurutnya, upaya ini untuk mengantisipasi kesalahan yang terjadi saat pelaksanaan Pemilu nantinya.
"Pemahaman ini sangat perlu disampaikan kepada masyarakat. Sehingga, penyelenggara yang melakukan simulasi ini bisa dapat mengetahui bagaimana cara pelaksanaannya, terutama bagi masyarakat yang akan memilih tahu untuk menentukan hak pilihnya," ujarnya.(MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan