508 Ton Rastra Didistribusikan di Tiap Kecamatan

Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 24 detik.
image
508 Ton Rastra Didistribusikan di Tiap Kecamatan

MERANTI - Sebanyak 508 ton beras sejahtera (rastra) Bulog sudah didistribusikan di tiap kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Beras tersebut merupakan jatah di bulan Januari dan Februari tahun 2019.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepulauan Meranti, dr Misri, Jum'at (15/3/2019) kemarin. Ia mengatakan, beras tersebut siap didistribusikan ke seluruh Kecamatan di Kepulauan Meranti.

"Berasnya sudah dimuat di gudang Bulog Bengkalis. Pekan ini sudah dibagikan ke seluruh kecamatan," ujarnya.

Jatah beras sejahtera tersebut, kata Misri, dibagikan perdana di awal tahun 2019. Penerimanya ditentukan sesuai pada data jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Ada sebanyak 508 ton untuk dua bulan yakni, Januari dan Februari 2019. Sekitar 25.418 Keluarga Penerima Manfaat yang akan menerimanya," kata Misri.

Mariati, salah seorang warga Kampung Baru, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi, Kepulauan Meranti masuk dalam data KPM mengakui sangat menantikan pembagian rastra.

"Jatah beras yang diambil kemaren sudah habis. Makanya saya menantikan datangnya beras untuk yang katanya berlanjut terus di tahun 2019," aku Mariati.

Menurutnya, dirinya sudah beberapa kali datang ke kantor Kelurahan untuk memastikan datangnya beras rasta tersebut. Setelah beberapa bulan terakhir, sejak pembagian terakhir pada bulan Desember 2018.

"Kabarnya pekan ini sudah bisa diambil. Karena tadi saya juga lihat sudah ada banyak tumpukan besar," katanya, saat ditemui di Selatpanjang.

Lain halnya Solehudin, warga Gang Kancil, Jalan Ismail, Kelurahan Selatpanjang Selatan, Kecamatan Tebingtinggi. Dia mengakui sangat rutin mengambil beras Bulog di kantor Kelurahan.

Namun, ia mendengar kabar bahwa pengambilan beras Bulog tidak seperti biasanya lagi. Bakal digantikan dengan cara lain yakni, beras diklaim menggunakan uang dari warung-warung terdekat.

"Sempat membingungkan, tapi yang terpenting pengambilan beras di kelurahan tidak terputus. Kalau soal pergantian sistem pengambilan, mungkin saya akan belajar dulu bagaimana caranya," ungkap Solehuddin.(humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti