Warga Rangsang Barat Diminta Dukung Pembersihan Jaringan Listrik
Sabtu, 6 April 2019. Waktu baca 1 menit 32 detik.
Warga Rangsang Barat Diminta Dukung Pembersihan Jaringan Listrik
MERANTI – Saat ini, masyarakat di Kecamatan Rangsang Barat, sudah bisa menikmati listrik selama 18 jam sehari. Walaupun belum 24 jam, namun paling tidak sudah meningkat dari sebelumnya. Dimana listrik hanya bisa dinikmati selama 12 jam.
Untuk mendukung arus listrik bisa dialirkan kepada masyarakat secara maksimal, Camat Rangsang Barat, Idris Sudin meminta kepada warganya untuk mengiklaskan apabila ada pohon yang dianggap menggangu jaringan kabel listrik ditebang oleh pihak PLN.
"Kalau ada pihak PLN yang menebang pohon disekitar rumah kita yang dianggap menggangu kabel listrik tolong diikhlaskan ya. Ini demi kenyamanan kita bersama," katanya, Kamis (4/4/2019) siang.
Permintaan itu disampaikan Camat Rangsang Barat itu, mengingat telah masuknya penambahan daya listrik diwilayahnya yang sebelumnya hanya hidup 12 jam kini akan bertambah menjadi 18 jam.
"Kalau dulu listrik kita hidup hanya 12 jam dan sekarang akan hidup 18 jam bahkan akan diupayakan hidup selama 24 jam nantinya. Jadi dengan adanya penambahan daya ini tentu akan ada penambahan kabel maupun peralatan lainnya dari pihak PLN. Untuk itu kita harus welcome kalau mau kampung kita ini maju," ungkapnya.
Selain itu, Idris juga meminta para Kepala Desa juga diminta untuk berperan aktif. Agar, program yang masuk kewilayahnya bisa berjalan dan tersalurkan dengan baik.
"Untuk itu, mari sama-sama kita menjaga dan saling mengingatkan. Baik Kades, maupun masyarakat itu sendiri," ajaknya.
Sementara itu, Kepala Desa Sialang Pasung Rudiyanto, menambahkan agar warga tidak terkejut saat ada pihak PLN yang memangkas maupun menebang pohon yang dianggap mengganggu aliran arus listrik di sekitar rumah milik warga nantinya.
"Kan sudah diingatkan. Jadi jangan ngaku kaget dan bilang tak tau lagi. Mudah-mudahan masayarakat kita sudah mengerti dan memahaminya," harapnya.
Dalam ksempatan itu, Rudi juga berharap kepada pihak PLN untuk segera merealisasikan aliran arus listrik. Terutama di wilayah Desa yang dipimpinya itu.
"Mudah-mudahan, setelah hidup 18 jam ini kita juga akan segera merasakan atau menikmati listrik 24 jam nantinya," harapnya. (humas/004)
Kategori
Topik
Bagikan