Warga Beting Butuh Jembatan Gantung, Setrategi Jitu Jadikan Beting Desa Tujuan

Rabu, 21 November 2018. Waktu baca 2 menit 2 detik.
image
Warga Beting Butuh Jembatan Gantung, Setrategi Jitu Jadikan Beting Desa Tujuan

MERANTI-Keterbatasan akses penghubung antar-desa membuat Desa Beting, Kecamatan Rangsang Pesisir sulit bersaing desa lainnya di Kepulauan Meranti. Agar Beting menjadi daerah tujuan, warga pun berharap Pemerintah Daerah dapat membangun jembatan gantung.

"Jembatan gantung saja sudah sangat membantu masyarakat Desa Beting. Apalagi di Meranti ini belum ada jembatan gantung", kata Sutarno, tokoh masyarakat setempat  saat ditemui kemarin.

Mantan Kepala Desa Beting ini beralasan, selain menjadi akses penghubung dengan Desa Sokop, keberadan jembatan gantung akan menjadi ikon wisata di Meranti. Dia yakin, dengan dibangunnya jembatan gantung akan menyedot perhatian banyak warga dari desa lainnya sehingga beramai-ramai datang ke Beting hanya untuk melihat dan merasakan lewat di jembatan gantung.

"Sedangkan wisata pantai saja banyak yang datang, apalagi jembatan gantung. Kelau sudah banyak warga yang datang, otomatis juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat Deaa Beting. Ini hanya harapan kami masyarakat. Kalau pemerintah malah berpikir untuk membangun jembatan yang lebih refresentatif juga bagus", ucap dia.

Secara geografis, digambarkan Sutarno bahwa Desa Beting merupakan sebuah pulau yang dikelilingi sungai yang menjadi pemisah dengan Desa Sokop. Sungai dengan lebar sekitar 100 meter tersebut juga banyak ditumbuhi pohon mangrove yang rimbun disepanjang aliran sungai.

Dan, hal yang sangat mendukung adalah banyaknya warga KAT (Komunitas Adat Terpencil) dari Suku Asli yang masih aktif dengan tradisinya.

"Ada sekitar 65 persen warga KAT di Desa Beting. Saat ini akses satu-satunya hanya melalui jalur laut", tambah Sutarno.

Belum lagi persoalan pendidikan yang berakibat pula pada rendahnya Sumber Daya Manusia (SDM). Berbagai persoalan itulah yang membuat Desa Betung makin terisolir dan sulit bersaing dengan desa lainnya.

Karenanya, dia memandang perlu jurus jitu membangun Beting. Salah satunya dengan mambangun jembatan gantung. Jika akses penghubung antara Desa Beting dan desa terdekat (Sokop) bisa dibangun, maka jarak tempuh ke Selatpanjang sebagai Ibukota Kabupaten akan semakin dekat. Dan, warga yang selama ini hidup tertinggal akan terus berinteraksi dengan warga lainnya, karena mereka bisa pergi ke mana saja dan kapan saja.

Selama 6 tahun menjabat sebagai Kepala Desa, Sutarno mengaku bahwa dirinya sudah membuka akses dari Desa Beting menuju Sokop dengan membangun badan jalan sepanjang 2 Km. Meskipun belum diaspal, akses tersebut sudah bisa digunakan masyarakat.

Selain jembatan, Desa Beting juga membutuhkan tanggul sepanjang 15 Km. O-Pembangunan sangat berguna untuk menyelamatkan tanaman dan kebun kelapa masyarakat agar terhindar dari pasang keling yang setiap tahun menghantui.

"Semoga harapan kami dapat terwujud. Apalagi dalam waktu dekat, Kantor Camat Rangsang Pesisir akan dipindahkan ke Desa Telesung, jadi warga tidak perlu lagi menempuh jarak yang sangat jauh untuk ke pergi ke Ibukota Kecamatan", ucap Tarno.*

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti