Tinggalkan Kebiasaan Buruk Saat Membuang Sampah

Minggu, 17 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 52 detik.
image
Tinggalkan Kebiasaan Buruk Saat Membuang Sampah

MERANTI - Tingkat kesadaran masyarakat Kepulauan Meranti tentang kedisiplinan membuang sampah masih dianggap kurang maksimal. Pasalnya, masih terlihat bermacam sampah berserakan di setiap sudut Kota Selatpanjang, terutama pada jalan-jalan besar dan pusat perbelanjaan (pasar).

Hal itu pun menjadi perhatian Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs Said Hasyim. Sebagai orang nomor 2 di Kepulauan Meranti ini, ia sangat menginginkan persoalan sampah di ibukota dapat segera teratasi dengan baik.

"Pola pikir masyarakat itu harus diubah soal kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sebaiknya membuang sampah tidak sembarangan. Tinggalkan kebiasaan lama membuang sampah di selokan, laut dan perkarangan kosong," ujar Said Hasyim, beberapa waktu lalu.

Pernyataan Wabup bukan tanpa alasan. Sampai saat ini masih saja terlihat adanya oknum masyarakat yang membuang sampah secara diam-diam. Paling sering terlihat saat tengah malam dan sepi. Tanpa malu mereka membuang sampah di tepi-tepi jalan. Padahal sudah disiapkan tempatnya.

"Munculkan rasa malu jika membuang sampah sembarangan, baik di jalan-jalan, sungai, laut. Tolong kita tinggalkan kebiasaan buruk itu," kata Said Hasyim.

Bukan hanya itu, contoh saja dampak buruk sampah plastik yang sulit terurai dapat menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Ditambah petugas yang bakal kesulitan untuk mengeksekusi sampah yang terselip di bawah selokan yang tertutup.

"Tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Tanpa kesadaran masyarakatnya, mustahil kota ini bisa bersih. Akibatnya, keindahan kota menjadi terganggu dengan bau busuk yang merusak penciuman," sebutnya.

Untuk mengatasi hal ini, Wabup Said Hasyim menilai perlu melibatkan peran generasi muda dan kalangan intelektual. Sebab, dengan semangat muda akan terpupuk kesadaran masyarakat secara optimal.

"Ingatkan kepada mereka (masyarakat yang kurang disiplin) agar selalu membuang sampah pada tempatnya. Karena membuang sampah merupakan perbuatan yang tidak baik," kata dia.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti, Hendra Putra mengakui produksi jumlah sampah sebanyak 67 ton per hari. Dengan jumlah sebanyak itu, tidak cukup lahan Tempat Pembuangan Akhir sebesar 2 hektar di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat sebagai tempat menampungan.

"Ini sudah menjadi masalah besar bagi kita. Bagaimana tidak, jumlah sampah terbesar diproduksi di Kecamatan Tebingtinggi. Jadi, kita kekurangan alat-alat untuk memusnahkannya," ujarnya.

Namun, Dinas Lingkungan Hidup telah mengajukan bantuan ke Provinsi berupa alat-alat untuk mengatasi sampah. Dengan solusi ini, diharapkan masalah sampah dapat teratasi optimal.

"Ke provinsi kita ajukan insenerator (alat pembakar sampah), ekskavator (alat pengeruk sampah). Mudah-mudahan upaya ini direspon cepat oleh Pemerintah Provinsi," ungkap dia.(humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti