Tidak Ada Suap Dalam Promosi Jabatan
Rabu, 27 Februari 2019. Waktu baca 1 menit 28 detik.
Tidak Ada Suap Dalam Promosi Jabatan
MERANTI - Bupati Irwan Nasir menegaskan tidak ada tawar menawar atau suap dalam penyusunan dan promosi jabatan di lingkungan pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti.
Pernyataan itu dikatakan Irwan saat melakukan pelantikan pejabat eselon III dan IV di gedung serbaguna kantor bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang, Selasa (26/2/2019). Irwan menyatakan bahwa pejabat yang dilantik telah dipertimbangkan dari sisi kemampuan dan pengalaman mereka di posisi tersebut.
Irwan mengaku akan memberikan sanksi tegas, jika terbukti ada indikasi jual beli jabatan bagi pegawai. Pihaknya ingin benar-benar menjadikan proses mutasi jabatan, dilakukan dengan bersih tanpa suap. Bahkan, dia mengancam akan memecat oknum pejabat jika terbukti melakukan jual beli terhadap suatu jabatan tertentu.
"Saya tegaskan tidak ada penggunaan uang dan melakukan suap dalam promosi jabatan. Jika ada yang melakukannya pasti saya pecat saat itu juga," kata bupati.
Menurut dia, pelantikan dan mutasi jabatan di instansi pemerintah merupakan bagian dari kehidupan berorganisasi. Selain itu, pejabat yang dilantik akan mengisi kekosongan jabatan dari pejabat yang sudah memasuki usia pensiun.
Bupati dua periode itu juga menyoroti adanya informasi yang beredar, dimana ada pejabat yang menerima pegawai honorer, namun harus menggunakan uang. Dia menegaskan bahwa proses masuk untuk pegawai honorer tidak harus membayar kepada pejabat tertentu. Jika menemukan indikasi praktik terlarang tersebut, masyarakat bisa melaporkan kepadanya.
"Di luar itu sudah terdengar, ada kepala dinas yang meminta uang jika ingin menjadi pegawai honorer. Saya tegaskan itu tidak benar. Kalau perlu ditangkap tangan, apalagi bawa nama bupati, itu haram hukumnya," kata Bupati.
Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Muzamil mengatakan pihaknya mendukung apa yang menjadi kebijakan bupati. Menurutnya, jika dalam sebuah jabatan ada permainan, maka dipastikan sistem pemerintahan akan kacau karena tidak dikendalikan oleh ahlinya.
"Kita mendukung apa yang dilakukan bupati. Jangan sampai ada permainan, ikuti saja penyesuaian dan aturan yang sudah ditetapkan," kata Muzamil. (Humas/002)
Kategori
Topik
Bagikan