Tasik Nambus Destinasi Wisata Perawan dan Eksotis
Jumat, 9 November 2018. Waktu baca 2 menit 58 detik.
Tasik Nambus Destinasi Wisata Perawan dan Eksotis
Selatpanjang -Tasik Nambus. Merupakan Danau air gambut berukuran luas ditengah hutan lindung. Letaknya berada di Merindang, Desa Tanjung Darul Takzim, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dari pusat Ibukota Selatpanjang, jaraknya lebih kurang hanya 12 Kilometer. Jika kesana dengan menggunakan kendaraan roda empat (mobil) hanya sampai di Desa Lalang Tanjung. Karena harus menyeberangi sungai Suir menggunakan kempang kayu yang hanya bisa dinaiki kendaraan roda dua dan orang saja.
Setelah menginjakkan kaki di Desa Tanjung diseberang Sungai, dilanjutkan dengan mengendarai sepeda motor sampai ketitik parkir di bibir hutan lindung. Rerimbunan pohon menjadi pemandangan sejuk saat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Ke Tasik hanya ditempuh sekitar 20 menit berjalan kaki. Karena jaraknya lebih kurang 2 Kilometer,” cerita Happy salah satu warga Desa Lalang Tanjung yang pernah kesana.
Tasik Nambus banyak ditumbuhi bunga bakung. Bunga-bunga bewarna kombinasi, putih, merah, dan biru itu hanya akan mekar di Bulan Safar (Tahun Islam).
Saat bunga yang mekar sekali dalam setahun itu tumbuh disekeliling Tasik, ratusan masyarakat yang didominasi muda mudi akan berbondong-bondong datang kesana. Bahkan, jumlahnya mencapai ratusan orang.
Keindahan Tasik Nambus pun digambar jelas oleh Sanggar Kepurun Desa Alai Selatan dengan membuat film berjudul “Bakung di Tepi Tasik”. Ketua Sanggar Kepurun, Saipul Rizan mengaku film yang dibuatnya di tasik tersebut untuk menyampaikan pesan agar melestarikan hutan. Selain itu tentu saja mempromosikan keindahan spot wisata di Kepulauan.
Melihat potensi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti terus berupaya menjadikan Tasik Nambus sebagai destinasi wisata unggulan di kabupaten termuda di Riau itu. Namun mereka tidak bergerak sendiri. Dengan menggandeng Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis), pembangunan yang mengarah kesektor Pariwisata akan coba diwujudkan.
Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kepulauan Meranti, Indra Yuni SH, mengaku sudah berkunjung kesana. Ia juga melihat Tasik Nambus berpotensi untuk segera dikembangkan. Apalagi jika kolaborasi dengan kelompok masyarakat bisa berjalan secara konsisten.
"Tasik ini perlu dikemas. Jaraknya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 12 Km dari Kota Selatpanjang. Dan sepanjang 10 km jalan bisa dilewati kendaraan bermotor," akunya.
Dari hasil pemantauannya, memang Tasik Nambus masih sangat perawan. Belum tertata dengan baik. Terutama, belum terpenuhinya 3A (Akses, Atraksi/pagelaran seni, dan Amenity/fasilitas pendukung).
"Jika 3A sebagai syarat penilaian sudah terpenuhi, maka Tasik Nambus sudah layak menjadi tempat tujuan wisata. Dengan begitu, kunjungan warga tak hanya setiap tahun pada Mandi Safar saja," kata mantan Kabid Litbang Bappeda Kepulauan Meranti ini.
Semangatnya semakin kuat untuk menjadikan Tasik Nambus sebagai salah satu Destinasi Wisata, setelah pernah dikunjungi Pok Darwis yang sudah mulai berbuat membangun tasik. Ia akan merancang berbagai usulan untuk membangun Nambus. Baik program kegiatan, maupun program pembangunan.
"Saya juga sudah mendapat kunjungan dari Pok Darwis yang mengelola Tasik Nambus. Mereka memiliki sikap optimis untuk menjadikan Tasik Nambus sebagai destinasi wisata yang bisa dikembangkan. Bahkan, saya sudah memenuhi undangan mereka untuk berkunjung kesana," kata Indra Yuni, Jumat (9/11/2018).
Untuk memenuhi kondisi akses Indra Yuni juga memulai komunikasi dengan salah satu anggota parlemen di Meranti, DR M Tartib. Selain itu Disparpora juga akan mengusulkan anggaran di Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020.
"Agak terlambat Pokdarwis itu datang ke kita jika harus diakomodir pada tahun 2019. Tapi saya akan memasukkan festival mandi safar ini ke dalam kalender iven wisata Meranti," aku Indra Yuni.
Salah anggota DPRD M Tartib mengaku siap untuk membantu agar usulan membangun akses yang layak menuju ke Tasik bisa jebol.
“Kita akan membantu Disparpora memperjuangkan usulan pembangunan akses menuju Tasik ini. Sehingga nantinya Tasik Nambus menjadi tempat tujuan wisata di Meranti, tidak hanya sekedar angan,” optimisnya. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Lingkungan dan Kesehatan
Topik
Bagikan