Tanjak Songket Meranti, Cinderamata Terpopuler 2018

Senin, 26 November 2018. Waktu baca 1 menit 41 detik.
image
Tanjak Songket Meranti, Cinderamata Terpopuler 2018

Selatpanjang - Seorang seniman wanita Meranti berhasil mengantar tanjak kreasinya sebagai cinderamata terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 yang digelar Kementerian Pariwisata.

Ike Ahmad namanya. Usianya menjejaki setengah abad. Pemilik Galeri Seni Lege Art ini mengawali produksi tanjak sekitar tahun 2016. Secara otodidak dia belajar mengkreasikan ikat kepala khas melayu itu agar sedikit berbeda.

Produk yang dihasilkan mulai dipasarkan di tingkat lokal dan lewat postingan di media sosial. Aksesoris etnis itupun mendapat sambutan positif dari masyarakat. Bahkan, menembus peminat dari Jakarta, Medan, Padang dan banyak kota lain di Indonesia. Ada juga beberapa permintaan datang dari negeri jiran, Malaysia.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Ike mulai mempekerjakan beberapa orang untuk menjahit pesanan tanjak dalam jumlah banyak.

Ketertarikan pun datang dari Dinas Pariwisata Propinsi Riau. Beberapa utusan datang melihat langsung proses produksi tanjak oleh ibu empat anak ini, Senin (26/11/2018)

"Mereka pun berminat dengan tanjak yang saya buat. Lalu diminta mengirimkan tanjak untuk diikutkan API 2018 ke Jakarta," kata Ike.

Bukan hanya tanjak hasil karyanya yang dikirim ke Kemenpar, beberapa daerah juga ikut mengirimkan. Namun yang dipilih tanjak dari kain songket berwarna merah miliknya.

"Ada banyak seniman tanjak dari Riau yang ikut. Namun hanya punya saya yang dipilih. Saya pun sangat bersyukur sekali," tuturnya.

Jika dari bentuk, Ike menamakan tanjak yang sudah mendapat penghargaan API itu denganTanjak Kreasi.

"Kalau Tanjak Tradisional itu ada aturan tertentu. Tidak asal sembarang melipatnya," jelas Ike.

Awalnya, dia menjual bikinannya Rp 120 ribu pertanjak. Kini, setelah masuk nominasi dan menang sebagai cinderamata terpopuler versi API Kemenpar 2018, Ike hanya mematok Rp 80 ribu saja.

"Agar lebih populer dan semuanya bisa memakai tanjak. Apalagi anak muda sekarang lebih suka pakai bandana, padahal apa salah nya pakai tanjak sebagai ciri khas melayu," ungkap Kurnia Ahmad.

Pj Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat sangat mengapresiasi masuknya tanjak sebagai cinderamata terpopuler. Rizki mengatakan, setiap tamu khusus yang datang ke Meranti akan dipasangi tanjak sebagai bentuk melestarikan budaya Melayu.

"Ini guna menghidupkan kembali ciri khas suku. Apalagi tanjak dianggap sebagai kewibawaan di kalangan masyarakat Melayu," sebut Rizki. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti