Tahun Ini, Dua Balai Penyuluhan KB Dibangun
Rabu, 15 Mei 2019. Waktu baca 2 menit 7 detik.
Tahun Ini, Dua Balai Penyuluhan KB Dibangun
MERANTI-Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Meranti, akan membangun dua Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB). Pembangunan yang berlokasi di dua kecamatan berbeda juga dilakukan tahun ini.
Hal itu menindaklanjuti, bantuan yang akan disalurkan oleh pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Kusus (DAK) dari usulan mereka yang menyisakan empat kecamatan yang belum memiliki BPKB.
Seperti dikatakan oleh Sekretris Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DSP3AP2KB) Dr. Misri, khusus di daerah mereka, dari sembilan hanya lima kecamatam saja yang telah memiliki BPKB. Sementara sisanya belum.
Adapun emoat kecamatan yang belum memiliki BPKB diantaranya, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Pulau Merbau, Rangsang Pesisir, serta Kecamatan Tebingtinggi Timur Kepulauan Meranti.
"Namun kecamatan mana yang akan mendapat priorotas dan akan di bangun BPKB nya masih di evaluasi. Nanti kalau udah rampung baru bisa tentukan titiknya di kecamatan mana saja," ujarnya.
Menurut Misri, pentingnya keberadaan BPKB guna menunjang interaksi masyarakat terhadap program KB itu sendiri. Semula banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari program tersebut.
"Setiap Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) masuk, masyarakat banyak yang salah kaprah. Mereka pikir program itu hanya bicara masalah kondom, spiral dan lain yang sejenis. Namun dapat kita pastikan bukan itu saja. Salah satunya dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dna anak,"ungkapnya.
Dengan adanya PBKB juga diharaokna dapat memaksimalkan lagi kinerja melalui Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Total anggaran yang dikucurkan lebih kurnag sekira Rp. 3,5 milliar. Namun itu dibagi dengan kegiatan: membangun dua Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) serta bantuan operasional penyuluh KB.
Sementara itu Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim menambahkan pentingnya program KB yang merupakan program prioritas nasional untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, menurunkan angka kematian bayi, harapan hidup dan kesehatan ibu dan anak.
Saat ini diakui Wakil Bupati, masyarakat di Meranti sudah mulai memahami pentingnya ber KB, hal itu dibuktikan dengan tidak terlalu besarnya angka pertumbuhan penduduk yang hanya berkisar 3 persen hampir sama dengan jumlah rata-rata pertumbuhan penduduk Indonesia yakni 2,6 persen.
Dijelaskan Wakil Bupati, seiring kesadaran masyarakat semakin tinggi target KB tidak lagi hanya sekedar menciptakan keluarga sehat sejahtera tapi lebih dari itu harus bisa mencibtakan keluarga yang tangguh dan berkualitas.
"Untuk menyukseskannya dibutuhkan peran dari semua pihak baik Pemerintah Daerah, PKK, hingga organisasi lainnya, "ujarnya
Dalam menunjang program KB menuju keluarga sehat, sejahtera dan berkualitas Wakil Bupati juga meminta tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit yang ada di Meranti dapat melayani kesehatan ibu dan anak. Karena berbagai fasilitas sudah disediakan oleh Pemerintah mulai dari alat kesehatan, ambulance baik darat maupun laut.(hms003)
Kategori
Topik
Bagikan