Swasta Diminta Ikut Promosikan Potensi Daerah

Rabu, 15 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 13 detik.
image
Swasta Diminta Ikut Promosikan Potensi Daerah

MERANTI - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Irwan Nasir, meminta pihak swasta ikut berpartisipasi dalam mempromosikan potensi yang menjadi pundi-pundi perekonomian daerah. Terutama produk khas kabupaten seperti sagu dan turunannya, kopi serta hasil perikanan.

Menurutnya, pemerintah tidak bisa maksimal jika sendirian dalam upaya mengembangkan produk daerah. Untuk itu, pihak perusahaan yang beroperasi di wilayahnya harus turut serta.

"Ada banyak perusahaan beroperasi di Meranti ini, jika semua ikut membantu pemerintah daerah maka dijamin perekonomian masyarakat dari sektor ini akan meningkat," kata Irwan.

Setidaknya ada beberapa perusahaan besar yang menjadikan Kepulauan Meranti sebagai wilayah operasional. Seperti, PT Nasional Sago Prima (NSP) yang membuka perkebunan dan pabrik sagu skala besar di Tebingtinggi Timur.
Kemudian, ada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara juga membuka wilayah konsesi di Pulau Padang. Lalu Energi Mega Persada (EMP) yang mengeksploitasi minyak dan gas serta PT Timah yang menambang timah di perairan Pulau Rangsang.

"Tentunya peran serta mereka ini sangat dibutuhkan. Harus ada tanggungjawab bersama dalam upaya membangun pundi-pundi pendapatan daerah," tegasnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkopukm) Kepulauan Meranti, Mohamad Azza Faroni, berbagai cara bisa dilakukan pihak swasta dalam membantu daerah lewat pengembangan produk daerah. Diantaranya, memberikan bantuan modal, pelatihan pengembangan keahlian bagi pelaku usaha kecil menengah hingga membantu promosi produk lewat pameran dan sarana lain.

"Sejauh ini ada beberapa perusahaan yang sudah membantu, seperti PT Timah lewat CSR memberikan bantuan dana bergulir sebagai modal pengembangan UMKM di Meranti," tutur Azza. (humas/016)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti