Sumber Air Jadi Kendala Atasi Karhutla

Sabtu, 9 Maret 2019. Waktu baca 2 menit 33 detik.
image
Sumber Air Jadi Kendala Atasi Karhutla

MERANTI - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pulau Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, masih terjadi sejak seminggu belakangan ini. Tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman.

 

"Kendala kita sumber air yang sulit sehingga menghambat pemadaman. Kalau untuk titik api kadang muncul secara tiba-tiba namun bisa dipadamkan kalau belum membesar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti, Edy Afrizal.

 

Lokasi yang jauh hanya bisa diakses melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat atau speed boat. Selain sangat sulit sumber air, kendala juga dialami petugas terkait minimnya peralatan seperti mesin penyemprot air.

 

"Kebakaran di Pulau Rangsang sempat meluas hingga menghanguskan perkebunan kelapa dan sagu masyarakat," ujarnya.

 

Ditegaskannya tim gabungan terdiri dari BPBD, TNI, Polri, MPA, Manggala Agni Pihak Kecamatan setempat dan lainnya. Termasuk dari pihak perusahaan yang ada diekitar lokasi Karhutla.

 

Karhutla di Rangsang yang berlangsung sekitar seminggu itu telah menghanguskan ratusan hektar. Sementara untuk lahan di Dusun Mereng, Desa Tebun saja telah terbakar sekitar puluhan hektar.

 

"Kebakarannya sudah hampir satu minggu, dan untuk kebaran paling parah itu terjadi sekitar empat hari lalu," kata Humas PT SRL Eko Firgustin.

 

Dijelaskan Eko Firgustin, untuk kondisi lapangan, api sudah mulai berkurang namun upaya pemadaman terus dilakukan dengan melakukan penyiraman.

 

"Meski kelihatannya sudah padam, tapi saat angin kencang apinya bisa muncul kembali. Makanya upaya pemadaman ini terus kita lakukan dan tetap stanby di lokasi," ucapnya.

 

Ditambahkan Eko, untuk saat ini telah ada 7 embung dan akan ditambah lagi dengan pembuatan sekitar 5 embung lagi agar mempermudah untuk mendapatkan sumber air.

 

"Akan dibuat 12 embung, untuk saat ini sudah ada 7 embung pembuatannya dengan menggunakan alat berat. Kalau untuk personil ada 140 personil dibagi tiga lokasi yang terdiri dari 5 hingga 6 personil dengan peralatan satu unit mesin mini striker dan 6 slang," tambahnya.

 

Diakui Eko, selain angin kencang, pemadaman yang dibantu dari beberapa pihak lainnya dan masyarakat sekitar itu juga kesulitan mendapatkan sumber air dan menjadi kendala saat melakukan pemadaman, apalagi saat terjadinya pasang surut.

 

"Kalau untuk kendala dilapangan itu sumber air yang sulit didapatkan, apalagi saat air laut surut, karena sumber air yang kita dapatkan tergantung dari luapan air pasang," tuturnya.

 

Kemudian, Pj Kades Tebun Syahroni, mengungkapkan bahwa puluhan hektar lahan yang terbakar di wilayahnya itu merupakan lahan perkebunan milik warga.

 

"Yang terbakar ini kebun milik warga berupa kebun sagu, karet dan kelapa. Jadi dengan kebakaran yang menghanguskan kebun milik warga ini tentu akan akan sangat berpengaruh pada perekonomian," ungkapnya.

 

Ditambahkan salah seorang warga Indra, seharusnya untuk mengatasi titik api di lokasi, Satgas Karhutla Riau bisa mengirimkan bantuan pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter.

 

"Harusnya di water bombing jadi bisa terbantu api supaya cepat padam, kalau pendinginan seperti ini bisa hidup lagi api nantinya," ungkapnya.

 

Camat Rangsang Tunjiarto MPd, mengucapkan terimaksih kepada pihak perusahaan yang telah membantu melakukan pemadaman karhutla diwilayahnya.

 

"Tentunya kita sangat berterimakasih kepada pihak perusahaan yang telah membantu pemadaman karhutla ini, karena jika tidak dibantu oleh pihak perusahaan maupun instansi terkait lainnya tentu keberadaan api akan seamkin meluas dan pasti banyak lahan warga yang akan terbakar," tuturnya. (humas/004)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti