Sistem Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga

Selasa, 6 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 49 detik.
image
Sistem Perlindungan Anak Dimulai Dari Keluarga

MERANTI – Anak-anak sebagai generasi muda penerus bangsa harus mendapatkan perhatian yang lebih. Makanya harus dibuat berbagai program dari Pemerintah supaya mereka tidak salah arah.

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi berharap peran serta orang tua tetap menjadi yang terdepan. Tentunya dengan intens berinteraksi dan memahami persoalan yang dihadapi sang anak.

"Saya harap orang tua, dapat lebih memperhatikan masalah anak. Caranya dengan meningkatkan interaksi dan bimbingan,” katanya.

Selain itu, Irwan juga meminta tokoh masyarakat, pemuda dan instansi Pemerintah juga dapat lebih memperhatikan masalah anak. Karena mereka merupakan aset masa depan dalam pembangunan daerah.

Selain itu Irwan juga menghimbau seluruh pejabat instansi pemerintah bahu-membahu membuat sistem perlindungan anak. Agar kasus kekerasan anak dapat ditekan secara signifikan dari waktu kewaktu.

“Tantangan terhadap anak semakin berat dengan banyaknya permasalan anak seperti meningkatnya intensitas kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini,” ucapnya.

Sistem pembinaan terhadap anak saat ini harus ditingkatkan dengan menciptakan kreatifitas dan inovasi. Sehingga anak berkembang.  

"Cara berfikir anak harus diperbaharui dari yang memiliki mainshet menjadi pejabat. Mereka harus diciptakan bagaimana memiliki pola pikir menjadi wirausaha. Dengan begitu kedepan tidak lagi banyak menganggur karena menunggu antrian jadi pegawai atau honorer, tapi bisa menjadi wiraswasta yang mampu membuka lapangan kerja sendiri," paparnya.

Menurutunya salah satu penyebab kemiskinan dan banyaknya pengangguran saat ini berkaitan erat dengan apa yang dilakukan anak ketika berusia dini untuk mengatasinya cara berfikir anak harus digeser dari sebelumnya bercita-cita jadi briokrat menjadi wira usaha.

"Kedepan kepada SKPD terkait selain menggelar kegiatan yang telah eksis juga dapat disisipkan kegiatan untuk membangun mental kewirausahaan, agar kedepan anak-anak tamatan SMU tidak kagi berharap menjadi pegawai maupun honor. Tetapi dapat membuka lapangan kerja sendiri," terang Irwan.

Sekretaris Dinas Sosial P3AP2KB Kepulauan Meranti, Ratna Juwita Sari mengaku koordinasi dengan seluruh elemen masyarakat sudah dilakukan dalam upaya menjadikan Meranti sebagai daerah layak anak

“Bahkan kita sudah mendapatkan penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) 2019. Penghargaan tersebut diperoleh karena Kepulauan Meranti dinilai telah menerapkan kebijakan pembangunan berbasis hak anak serta berkomitmen dalam pemenuhan hak-hak anak. Pemenuhan hak anak atas hak hidup di daerah ini, tumbuh kembang secara wajar sesuai harkat dan martabat kemanusiaan serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak,” ujarnya. (humas/017)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti