Selain Untuk Cegah Karutla, Embung Angkat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 12 Desember 2018. Waktu baca 1 menit 41 detik.
image
Selain Untuk Cegah Karutla, Embung Angkat Ekonomi Masyarakat

Selatpanjang – Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) masih menjadi momok bagi Kepulauan Meranti. Apalagi pernah menjadi daerah terluas mengalami kebakaran pada tahun 2014 lalu.

Ketersediaan air menjadi persoalan dalam mengatasi Karhutla diwilayah bergambut tersebut. Apalagi jika kebakaran terjadi pada musim kemarau.


Oleh karena itu pada tahun 2018 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Meranti membangun satu unit embung di Desa Tenggayun Raya, Kecamatan Rangsang Pesisir. Embung tersebut sebagai sumber air dalam penanggulangan kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut.

Kawasan hutan di Desa Tenggayun Raya memang merupakan desa yang berpotensi besar terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Sebab, mayoritas lahan di desa itu merupakan lahan gambut.

"Saat ini sedang dikerjakan. Ada sebanyak satu unit embung yang kami bangun di Desa Tenggayun. Kita targetkan akhir tahun ini selesai," ujar Kalaksa BPBD Kabupaten Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal, (12/12/2018)

Selain embung, BPBD juga membangun kawasan perkebunan dan peternakan. Anggaran pembangunan embung dan kawasan peternakan terpadu tersebut menggunakan dana reboisasi (DR) yang berasal dari pusat. Kawasan perkebunan dan peternakan tersebut akan dikelola oleh masyarakat setempat.

"Embung dan kawasan perkebunan serta peternakan tersebut dibangun di dekat kawasan hutan. Tujuannya, kelompok yang menerima bantuan tersebut bisa turut menjaga kawasan hutan dari kebakaran," ujar Edy Afrizal.

Menurutnya, kolaborasi pembangunan embung dengan kawasan peternakan dan perkbunan penting dilaukan. Sehingga saling terpadu dalam upaya menjaga seluruh program tetap berjalan.

“Sambil menjaga embung, masyarakat kelompok peternakan dan peternakan bisa memanfaatkan program tersebut sebagai sumber ekonomi mereka. Apalagi jika Kepala Desa jeli, kawasan ini bisa menjadi lokasi wisata nantinya yang akan menguntungkan ekonomi Desa,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Tenggayun Raya, Haiwar mengaku sangat bersyukur desanya mendapatkan bantuan pembangunan embung dan kawasan peternakan terpadu. Pasalnya, selain membantu embung, BPBD turut membantu perekonomian masyarakat dengan bantuan kawasan perkebunan dan peternakan.

Menurut Haiwar, kawasan perkebunan yang akan dikelola masyarakat setempat mencapai 90 hektar. 50 hektar di antaranya tersebut merupakan sagu dan 40 hektar lainnya kebun kelapa.

"Sedangkan disekitar peternakannya ada sebanyak 15 ekor sapi dan 50-an ekor kambing. Saat ini kawasan peternakan terpadu masih dalam pembangunan," akunya. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti