SDN 3 Silang Pasung Akan Punya Gedung Baru
Selasa, 29 Januari 2019. Waktu baca 1 menit 55 detik.
SDN 3 Silang Pasung Akan Punya Gedung Baru
MERANTI – Pada 2019 ini Pemerintah akan membangun gedung baru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Desa Silang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Pembangunannya akan dilakukan melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau.
Seperti yang ditegaskan Kasi Sapras, Tabren, Selasa (16/1/19) siang. Menurutnya pembangunan tersebut didapatkan setelah melakukan beberapa kali usulan ke Pemerintah Provinsi Riau dan Pusat.
"Kita dapat dari Pemerintah Provinsi Riau, melalui Bankeu. Namun besaran anggarannya kita belum tau. Pembangunan itu berdasarkan usulan kita 2018 lalu. Dan proses survei telah dilakukan dua minggu sebelum ini. Dalam waktu dekat saya rasa sudah dilaksanakan," ungkapnya.
Sebelumnya Wakil Bupati Meranti, Drs H Said Hasyim mengatakan bahwa pembangunan gedung SD tersebut akan menjadi skala prioritas. Sebab kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
"Sekolah sudah tak higienis lagi, tiap bulan kalau air pasang lokal tegenang, selain itu sering dilanda angin kencang yang membuat murid terpaksa diliburkan. Makanya kita minta OPD terkait segera mengusulkan pembangunannya, " tegas Said.
Rencana itu tentu menjadi kabar baik bagi guru dan siswa disana. Karena yang selama ini melaksanakan proses belajar mengajar dengan kodisi ruang belajar rusak akan berganti dengan gedung baru.
Kepala Sekolah SDN 03 Sialang Pasung, Rahmah beberapa waktu lalu menggambarkan kondisi gedung sekolah yang rusak. Mulai dari tiang bangunan pecah, sampai tidak memiliki atap plafon.
"Tiang-tiang sekolah sudah rontok. Rangka besinya ada yang sudah putus. Padahal bangunan ini baru berusia 15 tahun."
Hal itu terjadi dampak masuknya air pasang laut sehingga menyebakan rusaknya struktur bagunan. Menurutnya lagi keretakan beton terlihat di banyak tempat.
Rahmah menuturkan, jika pasang air laut tiba, genangan air masuk hingga ke ruang kelas. Ketinggian air mencapai betis orang dewasa. Kondisi ini bisa berlangsung hingga berhari-hari.
"Kasihan murid-murid, kalau sudah banjir, ular bakau pun masuk ke sekolah," ujarnya. Dampaknya pihak sekolah kerap meliburkan siswa di saat banjir melanda. Selain dilanda banjir rob, pihaknya juga khawatir sisi bangunan yang rawan akan runtuh.
Seperti 2017 lalu, atap dan plafon sekolah pernah runtuh usai dihantam oleh angin utara. Rentannya bangunan sekolah diterpa angin kencang mengingat lokasi sekolah hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari laut.
Rahmah menegaskan, anak-anak serta guru tidak lagi nyaman belajar dengan kondisi tersebut. Pasalnya, anak-anak trauma pasca ambruknya plafon dan atap sekolah beberapa waktu lalu.
"Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, kami melarang murid berlama-lama di ruangan. Kecuali saat jam belajar," ujarnya. (humas003)
Kategori
Topik
Bagikan