Sampah Bisa Bernilai Ekonomis

Kamis, 25 Juli 2019. Waktu baca 1 menit 27 detik.
image
Sampah Bisa Bernilai Ekonomis

MERANTI – Selama ini sampah kerap identik dengan sesuatu yang tidak berguna, bau, kotor, tempat sarang penyakit dan menjijikan. Padahal sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna dan mendatangkan nilai ekonomis yang tinggi.

Dengan mengebrakkan gaya hidup inovatif dan kreatif ini, sebenarnya bisa menekan volume sampah yang mencapai per ton tiap harinya. Upaya ini guna meningkatkan kesadaran masyarakat di Kota Selatpanjang, Kepulauan Meranti yang sebagian besar masih membuang sampah sembarangan di fasilitas umum.

Wakil Kepulauan Meranti  Drs Said Hasyim sangat perhatian akan persoalan sampah ini. Karena sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengentaskannya, agar tidak menimbulkan dampak buruk.

“Dinas terkait harus tegas. Jika tidak, maka sangat sulit mengubah mainset (pola pikir) masyarakat yang sudah terbiasa membuang sampah disembarang tempat, seperti di tepian jalan besar, selokan, hingga mencemari laut,”kata Said, baru-baru ini.

Menurutnya, jika pola pikir masyarakat diubah, sampah bisa dikelola dengan baik. Seperti sampah plastik, jenis sampah non organik yang bisa dimanfaatkan menjadi produk tas dan kantong barang, dan sebagainya. Sedangkan organik bisa menjadi pupuk untuk menyuburkan tanaman.

“Jadi mainset ini harus diubah. Biasakan jangan membuang sampah sembarangan. Karena sampah bisa dikelola menjadi sesuatu yang bisa digunakan kembali dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari,” terang dia.

Anggota Komisi B DPRD Kepulauan Meranti, Dedi Putra akan terus mendorong pemerintah dalam mengentaskan persoalan sampah. Bukan hanya soal pemusnahan saja, tapi dengan ide mengelola sampah dengan baik merupakan upaya efektif untuk mengubah sampah menjadi bemanfaat.

“Sistem ini yang bisa dijadikan contoh oleh pemerintah agar warga bisa memanfaatkan sampah menjadi nilai ekonomis. Karena jika tidak, maka selamanya masyarakat hanya membuang sampah sembarangan tanpa ada kepedulian untuk menjaga lingkungan. Jadi, sosialisasi itu penting sehingga sampah organik dan non organik bisa bermanfaat dan bernilai ekonomis,” ungkap Politisi Partai PPP itu. (humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti