Rp 21,4 M Untuk Pembangunan Tahap II SIKM Sagu Meranti

Sabtu, 16 Maret 2019. Waktu baca 1 menit 31 detik.
image
Rp 21,4 M Untuk Pembangunan Tahap II SIKM Sagu Meranti

MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti kembali mendapatkan kucuran anggaran sebesar Rp 21,4 miliar melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Anggaran dari Pemerintah Pusat itu untuk melanjutkan pembangunan tahap II Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) Sagu di Desa Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur.

"Ada beberapa item yang belum dibangun, tahap dua ini dilanjutkan untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung," kata Kepala Dinas perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disdagprinkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Azza Faroni.

Lebih jauh diterangkannya, secara rinci 2019 ini beberapa pekerjaan akan difokuskan untuk pembangunan dua ruang produksi, dermaga, jalan, instalasi listrik, dan toilet, fasilitas pemadam kebakaran serta mesin pengering sagu.

"Beberapa fasilitas itu dianggap penting, termasuk harus sesuai spesifikasi standar higienis ruang produksi yang bersifat wajib. Jika tidak higienis maka izin produksinya sulit diurus," ujarnya.

Pembangunan sentra sagu di Kabupaten Kepulauan Meranti memang mendapat perhatian yang cukup dari pemerintah pusat melalui berbagai usulan dari Pemkab. Hal itu bertujuan meningkatkan produksi sagu dan nilai tambah produk turunannya.

"Jika selama ini yang dihasilkan sebatas sagu basah, dengan adanya fasilitas tersebut dapat memberikan ruang terhadap produk hilir sehingga berdampak langsung terhadap nilai ekonomi masyarakat," sebut Azza.

Sebagaimana diketahui, Desa Sungaitohor Kecamatan Tebintinggi Timur merupakan wilayah yang ditetapkan oleh Pemkab Kepulauan Meranti sebagai sentra industri sagu terbesar.

Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi sagu basah dari 14 kilang sagu di Sungaitohor mencapai 600-700 ton per hari. Dengan harga berkisar Rp2.000 – Rp3.000 per kilogram, sedangkan sagu kering atau tepung sagu dapat mencapai Rp8.000/kg.

Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir mengaku pengembangan sagu memang menjadi prioritas Pemkab untuk menjadikan Kepulauan Meranti sebagai bandar niaga. Selain menjemput program-program pusat, Pemkab Meranti sudah berhasil menelurkan bibit sagu varietas unggul.

"Sagu ini adalah alternatif pegganti beras. Kita berharap sagu ini bukan lagi makanan tradisional, tapi dapat membantu sawasembada pangan nasional. Makanya harus menjadi fokus bukan hanya Pemkab tapi juga pusat," harap Irwan. (humas/003)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti