Produksi Ikan Asin Sialang Pasung Terus Meningkat
Rabu, 7 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 1 detik.
Produksi Ikan Asin Sialang Pasung Terus Meningkat
MERANTI - Produksi ikan asin di Desa Sialang Pasung, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau terus meningkat, Rabu (05/08/2019).
Syahrul Akmal (28), produsen ikan asin asal Desa Sialang Pasung mengatakan, saat ini mayoritas masyarakat Desa Sialang Pasung, khusus di wilayah Dusun II memproduksi ikan asin. Dan, hasilnya pun jauh meningkat dari sebelumnya.
Menurut dia, saat air pasang mulai naik, akan terdapat banyak ikan hasil tangkapan. Dan, tidak semuanya habis terjual. Ikan-ikan yang tersisa lalu diolah menjadi ikan asin.
Harga ikan asin juga berbeda–beda, tergantung jenis ikan yang digunakan. Khusus ikan teri dihargai Rp 70.000 per kilonya, ikan layur (langai) Rp 30.000, bilis belah Rp70.000, lomek kering Rp. 70.000.
"Selain diambil para agen yang ada di Kota Selatpanjang, banyak juga ikan asin produksi warga untuk dibawa ke luar, karena permintaannya tinggi", ungkapnya.
Tempat terpisah, Kepala desa Sialang Pasung Rudianto menjelaskan, kalau warganya ada yang nelayan dan ada juga yang berprofesi sebagai penoreh getah untuk dijadikan pundi-pundi uang.
"Jika musim air kecil (pasang kecil, red), maka penghasilan terhadap nelayan berkurang. Namun, jika air pasang (air naik besar), maka ikan akan bertambah dan melimpah dan disitulah mereka mengalami peningkatan pendapatan", ujarnya.
Sementara warga yang menoreh getah, penghasilan mereka lumayan. Jika air hujan, maka mereka libur untuk menyadap pohon getah. (Humas /013).
Kategori
Topik
Bagikan