Produk Anyaman Pandan, Jadi Salah Satu Souvenir Khas Meranti
Kamis, 2 Mei 2019. Waktu baca 1 menit 49 detik.
Produk Anyaman Pandan, Jadi Salah Satu Souvenir Khas Meranti
MERANTI - Dinas Pariwisata Pemuda dan 2 (Disparpora) Kepulauan Meranti menargetkan sektor kerajinan tangan lokal mampu digarap secara maksimal, terutama dalam mempersiapkan souvenir khas Kepulauan Meranti.
Keinginan tersebut disampaikan Kepala Disparpora Kepulauan Meranti, Rizki Hidayat disela-sela pelaksanaan pelatihan kerajinan anyaman se-Kepulauan Meranti Tahun 2019, Selasa (30/04). Menurut Rizki, dengan mulai mengaktifkan para pengrajin untuk memproduksi berbagai kerajinan, tentu akan mendukung pengembangan pariwisata. Salah satunya dengan mempersiapkan souvenir yang menjadi ciri khas di Meranti.
"Sejauh ini Meranti hanya dikenal dengan produk olahan seperti mi sagu, kopi dan kerupuk udang. Kedepan kita berharap souvenir khas meranti turut jadi incaran para wisatawan," terang Rizki.
Keinginan Rizki itu didukung dengan perkembangan sejumlah iven pariwisata di Meranti. Salah satunya Festival Perang Air yang terus dikenal luas, mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Tercatat ada sekitar puluhan ribu wisatawan berkunjung ke Meranti saat Festival Perang Air diadakan setiap tahunnya.
Samoai saat ini, kata Rizky, tingginya tingkat kunjungan belum bisa dimaksimalkan para pengrajin dalam mempromosikan kerajinan khas Meranti kepada para pengunjung. Jika sektor ini mampu dikembangkan dan dipromosikan dengan baik, tentu akan menghasilkan nilai tambah bagi pengrajin di Kepulauan Meranti. Salah satunya pengrajin anyaman daun pandan.
"Lewat pelatihan ini, kita harapkan para pengrajin anyaman daun pandan, kembali bergairah untuk menghasilkan beragam kerajinan anyaman, serta bisa melihat peluang, terutama saat festival perang air", sebut Rizki.
Keinginan yang sama juga disampaikan Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan, Said Asmaruddin. Menurutnya jika mampu di kelola dengan baik, sektor kerajinan tangan, seperti anyaman daun pandan, akan memberikan nilai tambah bagi para pengrajin.
"Saat ini peluang sudah ada, namun promosi yang perlu gencar dilakukan," kata Asisten II.
Meski punya peluang besar, namun untuk menarik minat wisatawan membeli produk kerajinan khas Meranti perlu produksi yang beragam, serta inovasi terhadap kerajinan yang dihasilkan.
"Kreasi dan inovasi dari produk yang dihasilkan sangatlah perlu untuk menarik minat pembeli. Namun demikian, tetap harus mengutamakan kualitas produk yang di hasilkan," terang Said.
Tak hanya bagi pengrajin, sinergitas antarinstansi juga perlu di bangun, terutama Disdagperinkop-Ukm Meranti, sehingga para pengrajin bisa mendapatkan bantuan permodalan dan pemasaran produk yang dihasilkan.
"Akses permodalan dan pasar tentunya perlu, sehingga para pengrajin intens menghasilkan kerajinan tangan. Dengan begitu, mempu menjadi peluang usahan baru bagi masyarakat," pungkas Said. (Humas/006).
Kategori
Topik
Bagikan