Pemkab Sediakan Lahan untuk Kampus AMIK Selatpanjang
Selasa, 11 Desember 2018. Waktu baca 3 menit 14 detik.
Pemkab Sediakan Lahan untuk Kampus AMIK Selatpanjang
Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan menyediakan lahan seluas empat hektare untuk pembangunan kampus Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Selatpanjang. Ini untuk mendukung langkah AMIK Selatpanjang dalam mendongkrak akreditasi dan meningkatkan statusnya.
"Ini merupakan langkah Pemkab untuk membantu dan memajukan dunia pendidikan," kata Yulian Norwis, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka AMIK Selatpanjang Wisuda Ahli Madya ke-10 Diploma III di Grand Meranti Hotel, Selasa (11/12/2018).
Saat ini, menurut Yulian, sistem pendidikan di Meranti sudah menampakkan kemajuan dibanding delapan tahun yang lalu. Ia berharap, para lulusan baru AMIK Selatpanjang ini dapat menyumbangkan ilmu untuk pembangunan daerah.
"Kami mengharapkan tangan terampil untuk membangun daerah ini. Mari kita bangkit dari ketinggalan dengan konsep baru, sehingga Meranti jadi barometer pendidikan bagi daerah lain," imbuhnya.
Sidang Senat Terbuka AMIK Selatpanjang Wisuda Ahli Madya kali ke-10 ini melantik sebanyak 80 mahasiswa sebagai Ahli Madya Komputer Diploma III (D3). Mereka terdiri dari 70 mahasiswa jurusan Manajemen Informatika dan 10 mahasiswa jurusan Teknik Komputer.
Direktur AMIK Selatpanjang, Zulfikri S.Kom M.Kom dalam sambutannya berpesan kepada para wisudawan untuk dapat mengamalkan ilmu yang didapat dan berani bersaing keluar daerah.
"Kepada para wisudawan agar dapat mengamalkan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Mahasiswa juga harus berani bersaing keluar daerah, bahkan hingga keluar negeri, serta jangan ragu melangkah dengan membawa ijazah AMIK dan menjaga nama baik almamater," kata Zulfikri.
Lebih lanjut Zulfikri mengatakan bahwa sebanyak 85 persen lulusan AMIK Selatpanjang sudah terserap di lapangan pekerjaan. Dia juga berharap kepada pemerintah daerah untuk mengapresiasi dan memberikan beasiswa bagi mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
"Lulusan AMIK tidak bisa juga dipandang sebelah mata, sudah banyak mereka yang sudah terserap di lapangan pekerjaan, baik di pemerintahan maupun swasta. Saya juga berharap kepada pemerintah daerah untuk membantu mereka yang ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, karena mereka merupakan aset daerah yang berharga," ungkapnya.
Saat ini kata Zulfikri, AMIK Selatpanjang sedang merancang dan mengembangkan riset terapan dan program strategis unggulan yang akan diaplikasikan untuk masyarakat.
"Saat ini kami dosen bersama mahasiswa sedang merancang riset terapan untuk desa berbasis IT. Teknologi tepat guna ini akan kita diaplikasikan untuk membentuk sebuah desa pintar yang berbasiskan data atau Smart Village," ungkap Zulfikri.
Lebih lanjut dikatakan, project ini akan menjadikan satu desa mempunyai satu program atau produk unggulan.
"Akan kita jadikan satu desa percontohan untuk satu program yang mempunyai teknologi secara terintegrasi dan mempunyai nilai jual dan kita harapkan para lulusan ini yang akan menjadi operatornya. Seperti yang telah kita lakukan di Desa Sendaur, dimana kita sudah menerapkan dan memanfatkan tenaga air dan matahari menjadi tenaga listrik. Selain itu kita juga mengembangkan e Commerce bagi UKM yang akan mengembangkan produk unggulannya seperti di Desa Semukut, tergantung permintaan desa itu sendiri," ungkap Zulfikri.
Kepala Sub Bagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Sumbar, Jambi, Riau dan Kepri, Reri Anton ST MM mengatakan hingga saat ini lulusan AMIK Selatpanjang sudah mencapai 826 lulusan, diharapkan jumlah lulusan bisa ditingkatkan kualitas dan jumlahnya dimasa mendatang.
"AMIK Selatpanjang kita nilai sebagai perguruan tinggi yang sehat. Beberapa indikasinya yakni rasio jumlah dosen dengan mahasiswa yang proporsional, dan juga lulusannya bisa diterima didunia kerja. Selain itu Dosen AMIK Selatpanjang sudah memiliki prestasi dan project yang diakui oleh pemkab," kata Reri.
"Sejak berdiri Perkembangan AMIK sangat konsisten, dimana sudah terdapat bangunan yang representatif yang ditunjang dengan fasilitas lain dan sudah terakreditasi oleh BAN PT. Ini merupakan hasil kerjasama semua pihak yang berprestasi tinggi, sehingga kedepannya untuk meningkatkan kualitas, kerja keras dan kerjasama terus ditingkatkan, yang penting bagaimana meningkatkan status AMIK menjadi STMIK dua tahun lagi," kata Reri lagi.
Dalam momentum wisuda itu, kampus AMIK Selatpanjang juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa dengan nilai IPK terbaik (cumlude) untuk jurusan Manajemen Informatika dan Teknik Komputer sebanyak 13 orang.
Sementara itu pemuncak IPK di jurusan Manajemen Informatika yakni Siti Khodijah dengan IPK 3,86, sementara itu pemuncak IPK di jurusan Teknik Komputer diraih Amat Muzakkir dengan IPK 3,81. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan