Pemerintah Siap Bantu Kembangkan Wisata Desa Desa
Selasa, 25 Desember 2018. Waktu baca 2 menit 31 detik.
Pemerintah Siap Bantu Kembangkan Wisata Desa Desa
Selatpanjang – Bidang Pariwisata sedang berkembang pesat. Bukan hanya ditingkat Nasional saja, tetapi sudah menjangkit sampai kepelosok Daerah.
Hal itu tak terlepas dengan berkembangnya teknologi saat ini. Dimana masyarakat sudah bisa memanfaatkan atau bahkan memaksimalkan keberadaan media sosial (medsos) sebagai media promosi atau sarana mengnformasikannya.
Medsos yang sudah mampu mengakomodir tidak hanya foto saja, tetapi juga video dapat diupload penggunanya. Sebut saja, Facebook, Instragam dan lainnya.
Sementara itu, foto dan video yang disajikan pengguna akun mayoritas menampilan tempat-tempat wisata. Terutama, wisata yang terlihat indah, cantik, menarik, dan unik saat diabadikan lewat gambar ataupun video.
Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti saat ini sedang berupaya melihat berbagai potensi wisata yang tersedia dan sedang dikembangkan oleh masyarakat tempatan. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), sedang dilihat sejauh mana upaya mereka untuk memanfaatkan dan mengembangkan potensi wisata yang tersedia di wilayahnya masing-masing.
Melalui Bidang Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda dan 2 (Disparpora) upaya mendapatkan program bantuan Pusat untuk membantu pembangunan dibidang Pariwisata daerah di Kepulauan Meranti sedang dilakukan.
“Kita sedang berupaya mengusulkan program untuk daerah-daerah yang serius mengembangkan pariwisatanya,” ungkap Kepala Bidang Pariwisata, Indra Yuni SH. (25/12/2018)
Menurutnya agar usulan bisa dilakukan, maka pegembangan awal, harus dilakukan lebih dulu oleh masyarakat setempat. Sehingga Pemerintah bisa meneruskannya untuk bisa meraih program pembangunan pendukung terhadap potensi wisata itu sendiri.
“Seperti saat ini ada 2 Desa yang mengusulkan untuk potensi wisata mangrove yakni Desa Bokor dan Desa Anak Setatah Kecamatan Rangsang Barat. Mereka akan mendapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) program Pusat pada tahun 2019 mendatang,” ungkapnya.
Usulan program yang mereka lakukan sejak tahun 2017 lalu. “Setelah melihat langsung bagaimana penggiat pariwisatanya berjuang dan berusaha mengembangkannya, makanya kita (Disparpora) melanjutkan usulan itu kepada Pemerintah Pusat dan akhirnya disetujui,” terangnya.
Pola ini akan terus dilakukan Pemeritah. Beberapa wilayah yang sudah mulai serius dikembangkan menjadi tempat pariwisata akan ditinjau dan dilihat secara langsung nantinya.
“Beberapa Desa sudah mulai terlihat mengembangkan pariwisata didaerahnya. Baik wisata buatan, maupun alami. Kita akan terus melihat perkembangan dan usulannya,” sebut mantan Kabid Litbang Bappeda ini.
Salah satu penggiat pariwisata asal Desa Bokor, Soapandi S Sos mengaku sudah sejak lama mulai mengembangkan tempat kelahirannya tersebut. Bahkan sejak 2011 lalu.
Ia memulainya dengan memanfaatkan Sungai Bokor dan rerimbunan tanaman mangrove yang tumbuh disepanjang sungai sebagai tempat berbagai kegiatan. Bahkan mengkombinasikannya dengan penampilan pentas seni dan budaya.
“Sejak awal, dengan perangkat Pemerintah Desa dan seluruh komponen masyarakat kami sudah bersepakat untuk menjadikan Desa Bokor sebagai Desa Pariwisata. Berkat konsistensi kami menggelar berbagai kegiatan kepariwisataan setiap tahun akhirnya Desa kami dicanangkan sebagai Desa Wisata Budaya pada tahun 2013 lalu oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi,” terangnya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat karena terus mendorongnya sejak awal dalam upaya pengembangan ini.
“Alhamdulillah mudah-mudahan bantuan yang akan diberikan pada tahun depan (2019) bisa semakin mendorong Pariwisata yang ada di Desa Bokor. Dengan begitu akan sangat membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat nantinya,” ujar Ketua Sanggar Bathin Galang Desa Bokor ini. (MC Meranti/Humas/Na)
Kategori
Topik
Bagikan