Pemasaran Produk Limbah Sabut Perlu Gandeng Pihak Ketiga

Selasa, 6 Agustus 2019. Waktu baca 1 menit 36 detik.
image
Pemasaran Produk Limbah Sabut Perlu Gandeng Pihak Ketiga

MERANTI – Limbah sabut kelapa berpotensi menciptakan produk yang sangat bernilai ekonomis. Namun perlu juga dukungan dari pihak ketiga agar bisa tumbuh berkembang.

Sekda Kepulauan Meranti, Yulian Norwis SE MM mengatakan, pengolahan sabut kelapa tersebut, yang menjadi persoalan saat ini adalah pemasaran. Karena jika produk yang dihasilkan saja, namun output atau pemasarannya belum optimal, tentu akan berpengaruh pada produksinya.

"Jadi pemasaran ini harus kita dekatkan dengan koperasi atau perbankan. Tapi kita harus bisa menciptakan produk-produk yang bisa dipasarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Makanya kita sudah menginventasrisasi apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha binaan UKM untuk menciptakan produk derivatif," ungkap Sekda.

Peluang ini menjadi salah satu fokus pemerintah untuk dikembangkan menjadi nilai tambah ekonomi masyarakat. Namun hal yang perlu dilakukan, dinas terkait dalam memberdayakan kegiatan itu harus siap dalam merencanakan pemanfaatan potensi limbah sabut kelapa.

"Kita berdayakan dulu industri hulunya, jadi nantinya rencana untuk melakukan pemanfaatan potensi limbah sabut kelapa tidak terkesan seremonial saja," kata Sekda, dalam Pelatihan Pengolahan Sabut Kelapa oleh Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM di Gedung Badminton, Desa Tanjung Samak beberapa waktu lalu.

Menurut dia, selain pelatihan pelaku usaha atau pengerajin bisa ditingkatkan dengan dilakukan study keluar. kelompok usaha, kalau hanya sekedar dilatih, namun tidak dimotivasi akan sulit berkembang.

"Mengumpulkan sabut kelapa dan bisa dijadikan produk yang dihasilkan, itu yang terpenting. Baru kita lihat study untuk produk yang dihasilkan. Untuk itu, semua pihak stakeholder yang ada kelompok binaan UKM itu akan kita bina, sehingga usaha mereka bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Pelatihan juga untuk meningkatkan mutu dan kualitas sebuah produk," jelas Yulian Norwis.

Sekretaris Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kepulauan Meranti menambahkan, saat ini kita sedang menghadapi era industri 4.0. Dimana sebuah produk itu harus lebih berinovasi.

“Inilah yang menjadi tantangan kita untuk soal pemasaran. Karena produk kita tidak banyak pilihan. Ditambah lagi kualitasnya masih kurang. Maka akan kita benahi secara perlahan-lahan. Memang tidak gampang untuk menciptakanproduk yang berkualitas,” sebut Rudi. (humas/005)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti