Pedagang Juling dan Imam Bonjol Segera Direlokasi ke Pasar Modern

Sabtu, 24 November 2018. Waktu baca 1 menit 47 detik.
image
Pedagang Juling dan Imam Bonjol Segera Direlokasi ke Pasar Modern

Selatpanjang - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali akan merelokasi para pedagang di Pasar Juling dan Imam Bonjol ke Pasar Modern Jalan Tanjung Harapan, Selatpanjang Kota.

"Rencana Pasar Juling dan Pasar Imam Bonjol yang kita dahulukan. Bisa jadi juga semua pasar yang ada di Selatpanjang, jika keadaan mendukung," kata Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM, Ade S saat dikonfirmasi, Sabtu (24/11/2018).

Sebelum sampai pada tahap itu, kata Ade, Disperindag juga akan meningkatkan kapasitas Pasar Modern. Pasalnya, saat ini kondisi pasar yang dibangun sejak tahun 2012 itu masih perlu dilakukan peningkatan sarana dan prasarana guna memaksimalkan penggunaannya. Peningkatan sarana dimaksud adalah penambahan lokasi yang terletak di depan lahan Pasar Modern. Proses rehabilitasi yang diprioritaskan juga sangat berdekatan dengan jalan utama.

"Lokasinya di lahan depan Pasar Modern itu. Sebab dikondisikan belum layak pakai, bahkan juga masih terdapat genangan air," ujar Ade.

Dia mengatakan bahwa renovasi pasar tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Setelah pembahasan anggaran selesai, barulah diusulkan pada APBD 2019.

"Kita coba mengusulkan anggaran untuk merehab pasar itu tahun depan. Jika anggarannya ada, kita upayakan langsung rehab," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan mendata sisa pedagang yang masih belum memiliki legalitas terhadap lokasi yang ditempatinya. Sehingga dapat disesuaikan dengan kapasitas lokasi pasar yang akan direhab.

"Kita data semua para pedagang yang di luar pasar modern. Sekalian kita kaji dan survei tempat mereka. Jika layak untuk direlokasi, maka akan kita relokasi segera" sebut Ade lagi.

Seperti di Pasar Juling yang beberapa waktu lalu ambruk dan nyaris menelan korban jiwa.
Kondisi tempat berjualan yang seperti itu dinilai sangat tidak layak. Apalagi di pasar tersebut selalu terjadi kemacetan karena memakai badan jalan.

Begitu juga dengan Pasar Imam Bonjol. Gara-gara memakai bahu jalan sehingga kawasan itu sering terjadi kemacetan.

"Jika pasar itu selesai dan sarana prasarananya siap digunakan, kita targetkan tahun depan semua pedagang dapat direlokasi," tutur Ade.

Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Meranti, Dr Aready ST MSi melalui Kabid Darat, Azwan sangat mengapresiasi upaya DisperindagkopUKM merelokasi pedagang yang memakai bahu jalan. Dengan begitu, maka tidak akan ada lagi kemacetan jalan.

"Dishub juga tidak pernah memberikan izin tempat parkir di sana. Karena, pasar tersebut belum memiliki legalitas yang jelas dari instansi terkait," ungkap Azwan. (MC Meranti/Humas/Na)

© 2026 DISKOMINFOTIK

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti